Polisi Amankan 3 Pelaku Fotogafer Bugil, Ini Pengakuan Tersangka

Lumajang,(DOC)-Tiga oknum fotografer cabul berhasil di ringkus jajaran Polres Lumajang.

Penangkapan tersebut bermula dari viralnya di media sosial yakni memperlihatkan aksi hunting foto bugil yang dilakukan seorang fotografer dengan adegan memegangi alat vital talent.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, SH. M Hum mengatakan, tiga orang tersangka yang berhasil diamankan adalah Masrur Ikhwan Putrajaya alias Mastenk(25), Ahmad Rostandi(28), dan Ahmad Nuril Anwar(24).

“Tersangka akan diancam hukuman minimal 15 tahun penjara, dengan dakwaan pornografi, perbuatan cabul, apalagi ada indikasi persetubuhan. Kami juga akan mengenakan pasal di UU Perlindungan Anak, karena banyak korbannya yang masih di bawah umur,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran.

Dikatakan Kasat, ketiga tersangka ini melakukan pemotretan adalah anak dibawah umur, ada yang masih duduk dibangku SMP dan SMA.

“Mereka mengakui kalau kegiatan ilegal ini sudah dilakukan selama 2 tahun. Dan sudah ada 7 lokasi pemotretan, seperti di kuburan cina dan PG Jatiroto” tuturnya.

AKP Hasran menjelaskan, modus operandi dari para pelaku seni yang disalah gunakan ini kerap mengancam para korbannya dengan mengancam bakal menyebar foto-foto bugil dari para talent, untuk menuruti hasratnya untuk disetubuhi dan diperas secara materi.

“Perbuatan inilah yang tidak bisa kami biarkan, karena para pelaku ini sudah menyalah gunakan pekerjaan seninya untuk hal yang tidak baik”, tutur Mantan Kasat Reskoba Polres Jombang.

Sementara dari pengakuan Mastenk kepada polisi sudah ada 40 model talent yang sudah menjadi korban. Namun hingga saat ini ada 4 korban yang sudah melaporkan ke Polres Lumajang.

“Yang menjadi talent saya ada 40 anak, itu ada di Lumajang maupun Jember,” ujar Mastenk kepada polisi.

Bahkan, Mastenk kepada awak media mengaku tidak pernah menyetubuhi para talent, hanya mengajak salah satu talent inisial M, tapi tidak untuk Making Love (ML), melainkan temannya.

“Saya hanya memfoto telanjang, hisap-hisap dan pegang-pegang alat vital M tersebut. Saya tidak melakukan tindak perkosaan atau lainnya,” jawabnya.

Untuk itu, Kasat Reskrim AKP. Hasran, SH, M. Hum., berpesan kepada Masyarakat luas, agar jangan takut melakukan pelaporan jika pernah merasa menjadi korban para pelaku ini.

“Masih ada 4 orang korban pelapor, kami juga mempersilahkan jika ada yang merasa jadi korban para pelaku ini, dan kami jamin keselamatan korban kami jamin”,Pungkasnya.(mam/r7)