Proyek MERR Mandeg, Pemkot Surabaya Putus Kontrak Rekanan Pelaksana

Proyek MERR Ditarget selesai satu sisi akhir tahun ini(dok)

Surabaya,(DOC) – Pengerjaan proyek jalan middle east ring road (MERR) yang dijadwalkan selesai akhir tahun 2018 lalu, molor dan belum kunjung selesai.

Bahkan sekarang, proyek jalan tersebut terhenti lagi, lantaran Pemkot Surabaya melakukan cut off atau pemutusan kerja dengan kontraktor pelaksana proyek MERR.

Pelaksanaan proyek MERR sekarang ini, pengerjaannya hanya tinggal 250 meteran dan pembuatan jembatan penghubung ke jalan Tambak Sumur.

Dilokasi proyek jalan MERR, sudah tak nampak lagi banyak pekerja yang menggarap kelanjutan pembangunan jalan dengan anggaran puluhan milliaran rupiah ini. 

Pengerjaan secara massif sudah berhenti, hanya beberapa pekerja dan alat berat saja yang cuma merapikan pengerjaan di sejumlah titik. 

Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi membenarkan, bahwa saat ini proyek jalan MERR telah terhenti karena ada penghentian kontrak dengan rekanan yang dianggap kurang mampu menggarap tepat waktu. 

Salah satu masalahnya adalah karena ada pipa air yang terpotong akibat pengerjaan jalan,  dan juga karena proyek tidak bisa diselesaikan hingga akhir tahun 2018.

“Jadi memang di lapangan ada masalah pengerjaan sehingga tak selesai.  Tapi 2019 ini kami lanjutkan lagi dengan melakukan lelang ulang dengan pelaksana proyek yang berbeda,” kata Eri, Rabu(9/1/2019).

Eri menjelaskan, pengerjaan proyek tersebut sudah 75 persen. Dari 1,8 kilometer yang harus dilaksanakan rekanan,  yang selesai kurang pengaspalan 250 meter. Selain juga kurang pengerjaan jembatan. 

Menurut Eri, di awal tahun 2019 proyek penyelesaian Jalan MERR akan dilanjutkan.  Akhir bulan ini maskimal sudah bisa dilakukan lelang dan didapatkan pemenang lelang sehingga proyek bisa langsung dikerjakan.

“Tahun lalu anggarannya Rp 83 miliar. Tahun ini kita akan lelang sisa pengerjaannya yang nilaianya Rp 22 miliar,” tegas mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang ini. 

Sedangkan saat ini,  Eri membenarkan ada yang melakukan pengerjaan meski tak semasif seharusnya.  Sebab pengerjaan itu adalah penyelesian sisa sisa proyek di tahun 2018 oleh rekanan lama.  Yang mengerjakan fisik proyek dalam rangka pemeliharaan.

Di sisi lain Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menyayangkan adanya molornya penyelesaian proyek MERR.  Padahal jalan ini adalah seksi terakhir untuk jalan MERR Gunung Anyar.

Untuk itu, putus kontrak dengan rekanan ini diharapkan bisa dijadikan pelajaran bagi semua rekanan Pemkot agar mengerjakan tanggung jawab secara teliti dan tepat waktu.

“Sekarang masih berhenti karena setelah putus kontrak ya kita harus lelang ulang. Pengerjaan lagi MERR menunggu ada pemenangan lelang,” pungkas Whisnu. 

Meski ada sejumlah proyek yang tak selesai termasuk MERR,  Whisnu mengatakan tak akan berpengaruh dengan serapan APBD Surabaya tahun 2018.

Saat ini evaluasi anggaran belanja Surabaya sedang dievaluasi oleh BPK.  Dan akan keluar sekitar bulan Maret ke depan.

“Kita yakin masih di atas 80 persen untuk serapan anggaran belanja,” katanya.

Ia berharap proyek jalan MERR tidak ada molor lagi.  Dan harus selesai di akhir tahun 2019 mendatang.(robby/r7)