Ratusan Pelajar Lombok Timur Kampanye ‘Stop Bullying’, Lantang Serukan Komitmen Anti Perundungan

Lombok Timur,(DOC) – Moment Hari Anak Nasional (HAN) 2022. Para pelajar SDN 01 Kecamatan Terara, Lomobok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan seruan ‘stop bullying‘.

“Saya berjanji tidak akan membully. Saya berjanji tidak akan mengejek. Saya berjanji tidak akan mendorong. Saya berjanji tidak akan memukul. Anak Indonesia hebat, hebat, hebat!,” seru para pelajar Terara, Jumat (29/7/2022).

Bacaan Lainnya

Kurang lebih 367 pelajar menyuarakan komitmen anti perundungan di hadapan tim Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra “Meohai” Kendari.

Jajaran Kemensos ini hadir untuk memberikan edukasi dan mengajak para pelajar menghindari aksi perundungan melalui kampanye sosial stop bullying.

Bullying atau perundungan yakni perilaku agresif yang di lakukan berulang oleh seorang atau kelompok siswa yang merasa berkuasa terhadap siswa lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti.

Di SDN 01 Terara saja, sejumlah siswa terlihat antusias ketika di ajak melakukan berbagai kegiatan menolak aksi perundungan dengan metode menyenangkan.

Vira (11) misalnya, salah satu pelajar kelas V ini, mengungkap kampanye sosial stop bullying di sampaikan dengan cara menarik. “Saya sangat senang sekali belajar dengan cara seperti ini, tidak membosankan,” ungkapnya usai mengikuti kampanye sosial.

Di sampaikan juga oleh Asya Avara (12), pelajar kelas VI SD, yang mengaku tertarik mengikuti kampanye sosial ini.

Menurutnya, pembelajaran seperti ini belum pernah di dapatkan di sekolah. “Kami belum pernah belajar dengan cara seperti ini, jadi saya senang. Saya tidak berhenti memperhatikan, apalagi waktu drama,” ujar bocah berjilbab ini.

Dengan tegas, dia mengatakan mendukung untuk berperilaku baik kepada sesama anak. “Kita harus berbuat baik sama teman, tidak mengejek, memukul, tidak mendorong,” akunya.

Kampanye sosial ini bermaksud untuk memberikan pemahaman kepada anak dengan cara yang mudah di pahami. Harapannya untuk menghentikan tindakan perundungan kepada sesama anak dapat tercapai.

Baca Juga:  Transaksi Misi Dagang Jatim NTB Tembus Rp 1,06 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2025

Metode penyampaian kampanye, menurut Penyuluh Sosial Ahli Pertama dari Sentra “Meohai” di Kendari, Deny Irawan, tim mengemas kampanye sosial secara menarik dan parsitipatif.

“Rangkaian kampanye sosial ini kami kemas dengan kegiatan tidak monoton yang melibatkan anak-anak, seperti permainan, diskusi, dan sosiodrama,” terangnya.

Hal ini, di katakan Deny, bertujuan memudahkan pelajar dalam memahami, serta memaknai konsep bullying dan dampaknya.

Edukasi ini di berikan kepada sebanyak 1.439 pelajar di tiga sekolah di Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Tiga sekolah itu antara lain SDN 01 Terara dengan 367 siswa, SMPN 01 Terara dengan 1.000 siswa, serta SMAN 01 Terara dengan 72 siswa.

Edukasi melalui kampanye sosial Stop Bullying merupakan bagian dari aksi ‘Peksos Goes to School‘ (PGTS). Mengingat tindakan perundungan yang belakangan kerap terjadi kepada sesama anak di beberapa daerah di Indonesia.

Adapun, PGTS, menjadi salah satu agenda yang di lakukan Kemensos dalam rangkaian Hari Anak Nasional (HAN) 2022, dengan menerjunkan para Pekerja Sosial ke sekolah-sekolah.

Seperti di ketahui, Kemensos memperingati HAN 2022 dengan melakukan berbagai kegiatan sejak 23 Juli dan akan mencapai puncaknya pada 1 Agustus mendatang terpusat di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Berbagai kegiatan itu di antaranya penyerahan bantuan sosial kepada anak, meliputi perlengkapan sekolah, bantuan rumah layak anak, khitanan massal, pentas seni, permainan tradisional anak, dan lain sebagainya.

Acara di pusatkan di Pulau Lombok. Namun anak-anak di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Anak di Suku Anak Dalam Jambi; Anak Suku Baduy, Banten, Anak Suku Laut Pulau Bertam, Kepulauan Riau, Anak Suku Asmat Papua, Anak di Kota Kecil Wini, Timur Tengah Utara. Anak di Pengungsian Majene, Sulawesi Barat dan anak-anak di beberapa daerah lainnya, terlibat dan merasakan euforia kemeriahan yang sama.(hm/r7)

Pos terkait