
Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 serta forum konsultasi publik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026-2029. Acara ini berlangsung di Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, pada Selasa (11/3/2025).
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi forum penting untuk merancang masa depan Surabaya. “Kita tidak hanya berkumpul untuk menjalankan acara formalitas, tetapi untuk memastikan arah pembangunan Surabaya lima tahun ke depan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Musrembang kali ini di hadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, perwakilan Pemprov Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta perwakilan tokoh masyarakat, akademisi, organisasi pemuda, perempuan, komunitas disabilitas, dan Forum Anak Surabaya (FAS). Mereka hadir untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi dalam penyusunan program pembangunan yang lebih inklusif.
Prioritas Utama
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pembangunan Surabaya ke depan akan berfokus pada beberapa prioritas utama, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Pemkot juga berupaya menekan angka kematian ibu dan anak, mengurangi kasus stunting, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. “Semua program ini di rancang agar pembangunan Surabaya benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujarnya.
Salah satu langkah yang akan di ambil Pemkot adalah membangun Creative Hub di 31 kecamatan mulai April 2025. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan anak muda agar lebih siap menghadapi dunia kerja dan menciptakan peluang usaha mandiri. “Ketika kita menurunkan angka kemiskinan, kita juga harus meningkatkan keterampilan anak muda, agar mereka bisa lebih mandiri dan tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang terbatas,” jelas Eri.
Creative Hub akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KADIN dan HIPMI, untuk menyediakan pelatihan berbasis sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi harus langsung memberikan keahlian yang bisa di gunakan. Misalnya, pelatihan wirausaha laundry dengan standar internasional atau peternakan bersertifikasi,” tambahnya.
Ego Sektoral
Selain itu, Eri Cahyadi menekankan pentingnya integrasi pembangunan dengan kota-kota sekitar, seperti Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan. Menurutnya, transportasi publik dan infrastruktur harus di rancang secara terintegrasi agar mobilitas masyarakat lebih lancar.
“Hilangkan ego sektoral. Kita harus membangun kerja sama yang solid dengan daerah sekitar agar pembangunan berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia berharap bahwa penyusunan RKPD dan RPJMD ini dapat sejalan dengan kebijakan nasional dan provinsi. “Kita harus menyelaraskan perencanaan ini dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Dengan begitu, Pemkot Surabaya bisa memberikan kinerja terbaik demi kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (r6)





