Pemkot Surabaya Bakal Ubah Aset Terbengkalai Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa seluruh aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) harus di gunakan untuk kesejahteraan warga. Ia mengusulkan pemanfaatan aset sebagai Creative Hub, lahan ketahanan pangan, atau sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi.

Bacaan Lainnya

Hal ini di sampaikannya saat memimpin paparan inovasi lelang jabatan aparatur sipil negara (ASN) di Ruang Sidang Wali Kota, Selasa (11/3/2025). Dalam pertemuan itu, ia meminta Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Wiwiek Widyawati, segera mengoptimalkan 80 persen aset pemkot.

Saat ini, sekitar 250 aset pemkot di gunakan pihak lain tanpa dasar hukum. Eri menargetkan aset tersebut kembali ke pemkot pada 2025. Jika ada ikatan hukum, penggunaannya tidak boleh untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, ada 3.294 aset pemkot yang belum bersertifikat. Aset-aset ini terbagi dalam tiga kategori:

Kategori K1 – Data yuridis dan fisik lengkap, tanpa sengketa (595 aset).
Kategori K2 – Data tidak lengkap, tetapi tidak bersengketa (1.329 aset).
Kategori K3 – Data tidak lengkap dan masih dalam sengketa (1.370 aset).

Untuk mempercepat proses legalisasi, Eri menargetkan sertifikasi seluruh aset K1 dan K2 harus selesai pada tahun ini. Kedua kategori tersebut harus sudah masuk ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebelum akhir 2025.

Pemanfaatan Aset untuk Ekonomi dan Sosial

Di sisi lain, Eri menyoroti masih banyaknya aset yang belum di kelola secara optimal. Ia meminta aset tersebut di kaitkan dengan program Padat Karya atau investasi lain agar bisa di manfaatkan sebagai motor penggerak ekonomi. Tujuannya adalah mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Surabaya.

Untuk mendukung pengelolaan yang lebih transparan, pemkot telah menyiapkan aplikasi khusus. Aplikasi ini akan menghubungkan data aset dengan sistem anggaran. Jika sesuai rencana, sistem ini mulai beroperasi pada April 2025.

Baca Juga:  Stop Perang Sarung, Tema Bagi Takjil POTAS dan IPIP

Selain itu, Eri juga meminta BPKAD berkolaborasi dengan perangkat daerah lainnya. Ia mencontohkan bahwa aset bisa di manfaatkan untuk membangun Creative Hub di 31 kecamatan. Dengan begitu, anak muda dapat mengembangkan ekonomi kreatif di lingkungannya.

Lebih lanjut, lahan yang belum di gunakan juga bisa di kelola untuk ketahanan pangan dan pariwisata. “Saya ingin tahun ini aset bisa di manfaatkan untuk dua sektor ini. Bahkan, bisa di kombinasikan agar lebih efektif,” pungkasnya. (r6)

Pos terkait