Bongkar Praktik Nepotisme Seleksi Atlet, Wawali Armuji Dukung Muskotlub PTMSI Surabaya

Bongkar Praktik Nepotisme Seleksi Atlet, Wawali Armuji Dukung Muskotlub PTMSI Surabaya
Armuji dukung muskotlub PTMSI Surabaya. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC)Wakil Wali Kota (Wawali) Surabaya Armuji membongkar indikasi tidak transparannya sistem seleksi atlet tenis meja di Kota Pahlawan. Ia menuding adanya praktik penunjukan langsung (PL) berbasis nepotisme yang memicu merosotnya prestasi hingga kaburnya atlet-atlet potensial ke daerah lain.

Hal tersebut disampaikan Armuji usai bertemu Ketua Caretaker PTMSI sekaligus Ketua Bidang Organisasi KONI Kota Surabaya, Samsuri, Minggu (26/7/2026).

Bacaan Lainnya

Armuji yang akrab disapa Cak Ji ini menyampaikan keprihatinannya atas minimnya raihan gelar juara atlet tenis meja Surabaya. Padahal, Kota Pahlawan secara historis dikenal sebagai basis dan gudangnya atlet tenis meja nasional.

“Pemain tenis meja kita tidak pernah juara, padahal ini kota besar, gudangnya atlet. Setelah kita tanya ke klub-klub di bawah KONI, ternyata seleksinya tidak terbuka. Pakai sistem penunjukan langsung, istilahnya ‘orangku dan orangmu’. Kalau tidak suka, ya tidak direkrut. Ini tidak transparan,” tegas Cak Ji.

Sistem yang tidak fair ini, lanjut Cak Ji, berdampak fatal. Banyak atlet tenis meja berbakat asal Surabaya yang akhirnya justru membela dan meraih prestasi untuk daerah lain, seperti Sidoarjo, Malang, Semarang, hingga Jakarta.

“Ini kan memprihatinkan. Surabaya itu gudang atlet pimpong. Kalau sampai tidak bisa meraih medali, sebagai kepala daerah tentu sangat prihatin,” ujarnya.

Untuk membenahi tata kelola organisasi dan mempersiapkan pembentukan tim menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim mendatang, Pemkot Surabaya mendukung penuh gelaran Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) PTMSI Surabaya pada 1 Agustus 2026.

Cak Ji menilai langkah Caretaker PTMSI untuk menggelar Muskotlub dan memilih kepengurusan baru sudah sangat tepat demi menyelamatkan masa depan para atlet.

“Pemkot Surabaya mendukung penuh Muskotlub PTMSI. Kita butuh pemimpin baru dan sistem seleksi yang terbuka. Paling tidak di Porprov Jatim nanti, atlet tenis meja Surabaya harus mampu merengkuh medali emas,” pungkasnya.

Baca Juga:  Bukan Terbakar, Suroboyo Bus di Raya Darmo Alami Gangguan Teknis

Sementara itu, Ketua Caretaker PTMSI Kota Surabaya Samsuri menyampaikan bahwa dukungan penuh dari Wakil Wali Kota menjadi amunisi moral penting bagi perbaikan cabang olahraga tenis meja di Surabaya.

“Dukungan Wawali Armuji menjadi support besar bagi kami untuk menyelenggarakan Muskotlub pada 1 Agustus 2026 mendatang demi mengembalikan kejayaan tenis meja Surabaya,” ujar Samsuri.

Pos terkait