
Surabaya, (DOC) – Aktivitas di kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, kembali berjalan normal pasca-insiden ledakan gas LPG yang bersumber dari rumah makan Nasi Tempong Dewi Sri, Rabu (7/10/2026).
Meski kegiatan operasional telah berdenyut kembali, sejumlah ruko yang berada di sisi kanan, kiri, maupun depan pusat ledakan mulai melakukan proses perbaikan secara perlahan.
Kerusakan pada bangunan sekitar umumnya didominasi oleh kaca yang pecah, kosen yang renggang, hingga bagian lantai dua yang terdampak tekanan udara saat ledakan terjadi.
Fatin (20), salah satu karyawan kedai kopi yang berada di sekitar lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa area operasional tempatnya bekerja saat ini masih terbatas.
Ruangan yang bisa digunakan hanya lantai bawah dan belum bisa menyalakan pendingin ruangan.
“Kami memang diminta tetap buka. Kerusakan ada di kaca depan, kaca belakang, sama lantai dua,” ujar Fatin.
Terkait ganti rugi atas kerusakan alat penunjang dan bangunan yang menembus angka jutaan rupiah tersebut, ia menyebut pihak pengelola kawasan tengah memfasilitasi komunikasi antarkorban.
“Kata pihak Pakuwon masih mau di mediasi dengan pihak Tempong untuk renovasi dan kerugian,” katanya.
Mengenai total kerugian, Fatin tak bisa menjelaskan lebih gamblang karena kerugian didominasi oleh kaca yang rusak dan penyangga air curtain yang lepas.
“Kemarin sudah di data, tapi untuk kelanjutannya belum tahu,” lanjutnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh gerai restoran ayam cepat saji yang berada tepat di depan titik lokasi.
Dinda (23), salah satu staf restoran tersebut, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk melakukan perbaikan secara mandiri terlebih dahulu agar pelayanan kepada konsumen tidak terganggu.
“Ini perbaikan mandiri sambil menunggu dari polisi. Renovasi fokus di kaca sama kosen yang rusak, kalau pintu masih aman. Kaca lantai atas juga pecah,” kata Dinda.
Meski sempat beroperasi secara terbatas saat insiden terjadi, layanan kini sudah kembali berjalan penuh dengan tingkat penjualan yang tetap stabil.
“Kemarin buka setengah hari, tapi hari ini sudah bisa dine-in maupun takeaway. Penjualan masih normal, walaupun estimasi kerugian mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.
Hingga saat ini, proses pendataan kerusakan di area Ruko San Antonio masih berjalan seiring langkah mediasi yang diupayakan pengelola kawasan dan pihak kepolisian untuk memproses ganti rugi seluruh tenant terdampak.





