
Surabaya, (DOC) – Dikenal sebagai garda terdepan di tengah masyarakat, peran kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Surabaya mendapat apresiasi tinggi. Bahkan, dedikasi para kader veteran yang telah mengabdi hingga 40 tahun tanpa putus dinilai menjadi cermin pembelajaran berharga bagi jajaran Pemkot Surabaya.
Pesan menyentuh tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Apresiasi Lomba Bersama Wujudkan Surabaya Emas Jilid V di Graha Unesa, Rabu (23/9/2026).
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan sebuah kota besar tidak cukup hanya mengandalkan aspek fisik semata, melainkan harus dimulai dari fondasi terkecil, yaitu keluarga yang bahagia dan tangguh.
“Saya yakin kalau keluarga sebagai unit terkecil bisa bahagia, maka Kota Surabaya bisa bahagia. Pilar utama kita adalah keluarga, dan PKK memiliki peran luar biasa di dalamnya,” ujar Eri.
Sebagai bentuk penghargaan tertinggi, Pemkot Surabaya bersama TP PKK Kota Surabaya menganugerahkan penghargaan Adhi Bhakti Utama kepada para kader yang telah mengabdi secara konsisten selama 25 tahun, 31 tahun, hingga 40 tahun. Menurut Eri, pengabdian yang melampaui rentang waktu puluhan tahun tersebut tidak bisa diukur hanya dengan lembaran piagam.
“Pengabdian seperti ini tidak ternilai. Apa yang sudah mendedikasikan hidupnya selama puluhan tahun tidak bisa diukur hanya dengan penghargaan. Ini membuktikan bahwa sejatinya pengabdian tidak mengenal batas waktu dan usia. PKK menjadi pembelajaran bagi kami di Pemkot tentang cara mendedikasikan apa yang kita punya untuk warga,” tuturnya penuh haru.
Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani menekankan bahwa seluruh rangkaian program dan perlombaan dalam HKG PKK ke-54 dirancang untuk menciptakan perubahan perilaku (habitual change) nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.
“Output yang kami tuju adalah bagaimana kebiasaan baik itu menjadi habit di masyarakat. Mulai dari memilah sampah, mengolah sampah organik, hingga memanfaatkan pekarangan. Setelah lomba selesai, pendampingan terus berjalan, termasuk mendampingi anak-anak yang mengalami kondisi 2T (dua kali penimbangan tidak naik berat badan) sampai tumbuh kembangnya benar-benar membaik,” tegas Bunda Rini, sapaan akrabnya.
Dampak nyata gerakan kader PKK di Surabaya sepanjang hingga tahun 2026 ini dicatat sangat masif melalui berbagai program intervensi berbasis komunitas, antara lain mengedukasi 1.621 remaja dan 1.621 orang tua terkait penguatan peran ayah, psikologi remaja, kesehatan reproduksi, hingga pencegahan bahaya Napza.
Selain itu, PKK juga telah mejangkau 15.358 orang tua balita guna meningkatkan kapasitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak, dan mendampingi 3.949 lansia agar tetap mandiri, aktif, dan produktif.
Untuk menjamin keberlanjutan gerakan, TP PKK Kota Surabaya juga meneken Surat Kesepakatan Bersama (SKB) dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI) dan SMKN. Langkah ini dibarengi dengan strategi regenerasi kader muda melalui pendekatan kekinian, salah satunya lewat Jambore TikTok PKKbertajuk “Ayo Jadilah Kader PKK Generasi Selanjutnya!”.
“Yang sepuh tidak selamanya ada, maka regenerasi hukumnya wajib. Kami mengajak kader-kader muda untuk meneruskan perjuangan ini. Dengan kebersamaan, keikhlasan, dan kasih sayang seorang ibu, kita jaga dan dampingi masyarakat Surabaya,” pungkas Bunda Rini.




