Surabaya,(DOC) – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang mengelola terminal nonpetikemas, meningkatkan kewaspadaan di seluruh lini operasional. Langkah ini di ambil menyusul potensi cuaca ekstrem akibat tingginya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
BMKG sebelumnya melaporkan adanya dua bibit Siklon Tropis, yakni 97S dan 98S, yang terbentuk di dekat wilayah Indonesia. Kedua sistem ini di perkirakan memengaruhi kondisi cuaca, termasuk di area pelabuhan yang menjadi jalur vital pergerakan logistik.
Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, menjelaskan bahwa perusahaan langsung menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan operasional dan kelancaran arus barang.
“Setiap kegiatan bongkar muat kami pastikan berjalan sesuai prosedur, dengan implementasi K3 yang di tingkatkan. Pemeriksaan teknis peralatan dan fasilitas pelabuhan juga di lakukan secara rutin,” ujar Arif di Surabaya, Jumat (21/11).
Koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta perusahaan pelayaran turut di perketat. Seluruh pihak di lingkungan pelabuhan di minta terus memantau informasi dan peringatan cuaca dari BMKG di masing-masing wilayah.
Arif juga menegaskan bahwa kesiapan tim tanggap darurat di seluruh unit kerja telah di tingkatkan. Pelatihan berkelanjutan di lakukan, mulai dari Emergency Response Plan, P3K, penanganan kebakaran, hingga penguatan Sistem Manajemen K3 sesuai PP No. 50 Tahun 2012.
“Jika cuaca ekstrem membahayakan, operasional akan di hentikan sementara demi keselamatan petugas, mitra, dan pengguna jasa. Harapannya, langkah kesiapsiagaan ini menjaga agar seluruh terminal tetap aman dan operasional berjalan tanpa gangguan,” pungkasnya. (r6)





