Sumiati, Penyintas Semeru: Rumah Saya Hancur, Tinggal Pintu yang Tampak

Sumiati, Penyintas Semeru: Rumah Saya Hancur, Tinggal Pintu yang TampakLumajang,(DOC) – Letusan Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) menyisakan duka mendalam bagi warga lereng Semeru.

Salah satunya dialami Sumiati (59), warga Dusun Sumbersari Kamar A, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang kini mengungsi di SD Negeri 4 Supiturang bersama 264 warga lainnya.

Bacaan Lainnya

Sumiati menceritakan detik-detik mencekam saat guguran awan panas dan material erupsi mulai menuruni lereng gunung.

Menurutnya, sekitar pukul 15.00 WIB warga sudah mulai panik setelah melihat kondisi gunung semakin mengkhawatirkan.

“Saat itu habis mandi, saya lagi ngocei kelopo (mengupas kelapa). Tiba-tiba warga teriak, ‘Ayo mengungsi!’,” ungkapnya.

Tidak lama kemudian, putunya berteriak minta tolong karena awan panas mulai turun mendekati permukiman. Sumiati pun bergegas keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

“Rumah saya sudah rusak parah, hanya kelihatan pintu sedikit. Surat-surat penting sempat saya ringkesi, tapi perabotan tidak bisa diselamatkan. Emas 3 gram punya anak saya juga terendam material tanah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku hanya bisa menyelamatkan diri bersama suami dan putunya. Sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi sudah semakin parah, membuat warga berlarian menuju titik pengungsian.

Di lokasi pengungsian SDN 4 Supiturang, kebutuhan makan para penyintas sudah mencukupi. Namun, menurut Sumiati, pakaian menjadi kebutuhan yang belum terpenuhi.

“Makanan cukup, cuma baju yang tidak ada,” tambahnya.

Sumiati juga mengungkapkan kebingungannya mengenai masa depan setelah bencana.

Pada erupsi Semeru tahun 2021, ia sebenarnya sudah mendapatkan hunian tetap (huntap). Namun, ia mengaku tidak bisa tinggal di sana karena tidak ada pekerjaan yang bisa menopang kebutuhan hidupnya.

“Sekarang mau ke mana, saya bingung. Huntap ada, tetapi pekerjaan tidak ada. Mau makan apa?” ucap Sumiati lirih.

Hingga kini, Sumiati dan ratusan pengungsi lainnya masih menunggu perkembangan situasi dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah maupun relawan yang terus berjibaku di lapangan.(r7)

Pos terkait