Surabaya, (DOC) – Dalam konteks politik pemilihan umum tahun 2024, kekhawatiran terhadap perlakuan kurang peduli pemimpin Indonesia terhadap isu lingkungan, khususnya sungai, semakin meresahkan. Data menunjukkan penurunan kualitas sebanyak 46% dari total 70.000 sungai di Indonesia yang tercemar berat.
“Kepemimpinan Presiden Joko Widodo di Indonesia tidak menunjukkan komitmen serius dalam mengelola sungai dan mengatasi pencemarannya. Sebagai akibatnya, sungai-sungai di Indonesia terus menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat dan industri,” ujar Thara Bening Sandrina, Koordinator River Warrior.
Meskipun Peraturan Pemerintah Nomor 22/2021 menetapkan bahwa setiap sungai di Indonesia harus bebas dari sampah, kenyataannya sungai-sungai Indonesia masih dipenuhi oleh sampah, mengonfirmasi peringkat kedua Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar di laut dunia.
Thara Bening Sandrina mengusulkan alokasi bantuan sosial (BANSOS) untuk membersihkan sungai-sungai Indonesia dari sampah plastik.
“Daripada membuat BANSOS senilai ratusan triliun, seharusnya ada alokasi BANSOS untuk membersihkan sungai-sungai Indonesia dari sampah plastik,” ujarnya.
Sebagai mahasiswa semester 8 Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Airlangga, Thara menekankan perlunya keadilan antargenerasi dengan memprioritaskan kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan.
“Kondisi sungai yang semakin tercemar membutuhkan upaya pemulihan dan bantuan sosial yang tepat untuk menjaga keberlangsungan sungai-sungai tersebut,” tambahnya.
Thara juga berharap agar pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, memberikan bantuan sosial yang terencana dan efektif untuk memperbaiki serta menjaga keberlangsungan sungai-sungai tersebut.
Program bantuan tersebut mencakup pengelolaan sampah, rehabilitasi lingkungan, edukasi lingkungan, dan pengawasan serta penegakan hukum untuk melindungi sungai-sungai Indonesia dari pencemaran. (r6)






