Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 125 Kapal Illegal Fishing

Jakarta (DOC) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memiliki kado istimewa pada perayaan HUT ke-73 RI. Yaitu, melakukan penenggelaman pada 125 kapal pelaku illegal fishing secara serentak pada 11 lokasi di seluruh Indonesia.

Adapun rincian lokasinya yakni Pontianak 18 kapal, Cirebon 6 kapal, Bitung 15 kapal, Aceh 3 kapal, Tarakan 2 kapal, Belawan 7 kapal, Merauke 1 kapal, Natuna/Ranai 40 kapal, Ambon 1 kapal, Batam 9 kapal, Tarempa/Anambas 23 kapal.

“Ada 125 kapal yang terlibat pada kegiatan illegal fishing, penenggelaman saya pimpin di Bitung. Di mana di Bitung kita menenggelamkan 15 kapal yaitu 8 kapal besar dan 7 kapal kecil,” kata Susi Pudjiastuti di Gedung Mina Bahari IV Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Selasa (21/8/20218).

Penenggelaman kapal dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) untuk 116 kapal dan berdasarkan penetapan pengadilan untuk 9 kapal.

Kapal-kapal yang ditenggelamkan mayoritas merupakan kapal perikanan berbendera asing dengan jumlah 120 kapal. Sementara itu, kapal perikanan berbendera lndonesia berjumlah 5 kapal.

Rincian kapal berbendera asing yakni Vietnam 86 kapal, Malaysia 20 kapal, Filipina 14 kapal, lndonesia 5 kapal.

“Ada kapal yang berbendera Indonesia, tapi aslinya kapal Kapal Ikan Asing (KIA) juga,” tambah Susi.

Lebih lanjut, Menteri Susi melakukan komando penenggelaman di wiliyah Bitung karena pengamanan perairan Sulawesi Utara dari kapal-kapal asing yang masuk ke Indonesia masih merupakan tantangan besar.
“Komando penenggelaman yang dilakukan di Bitung diharapkan dapat meningkatkan motivasi aparat penegak hukum, antara lain TNI AL, POLRI, PSDKP dan Bakamla untuk meningkatkan pengamanan wilayah kedaulatan NKRI,” ucapnya.

Sementara itu, rekapitulasi bendera kapal pelaku illegal fishing sejak Oktober 2014 hingga Agustus 2018 yang ditenggelamkan berjumlah 488 kapal dengan rincian yakni Vietnam 276 kapal, Filipina 90 kapal, Thailand 50 kapal, Malaysia 41 kapal, Indonesia 26 kapal, Papua Nugini 2 kapal, China 1 kapal, Belize 1 kapal dan Tanpa Negara 1 kapal.(kcm/ziz)