Jember,(DOC) – Proses evakuasi pascakecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, wilayah Daop 1 Jakarta, pada Senin (27/4/2026) malam, berdampak pada sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh.
Dua di antaranya yakni KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang mengalami keterlambatan signifikan akibat gangguan operasional tersebut.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo, menjelaskan keterlambatan terjadi karena adanya antrean perjalanan serta pengaturan ulang pola operasi kereta api demi menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
“Kelambatan ini merupakan dampak dari proses evakuasi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di wilayah Daop 1 Jakarta. Kami harus melakukan rekayasa operasional agar perjalanan tetap aman,” ujarnya.
KA Pandalungan tercatat mengalami keterlambatan hingga 277 menit dengan estimasi tiba di Stasiun Jember pukul 14.00 WIB. Sementara itu, KA Blambangan Ekspres mengalami keterlambatan hingga 570 menit dan diperkirakan tiba di Stasiun Ketapang pukul 16.15 WIB.
Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan keberangkatan kereta dari wilayah Daop 9 Jember tetap diupayakan berjalan sesuai rencana.
KA Pandalungan relasi Jember–Gambir dijadwalkan berangkat tepat waktu dari Stasiun Jember pukul 16.00 WIB. Sedangkan KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasar Senen diprogramkan berangkat pukul 17.15 WIB dengan estimasi keterlambatan sekitar 90 menit dari jadwal normal.
“Tim operasional kami mengoptimalkan waktu perawatan dan pengecekan sarana untuk memastikan keandalan kereta sebelum diberangkatkan kembali. Keselamatan dan kenyamanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama,” kata Cahyo.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI juga memberikan kompensasi berupa service recovery kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diambil untuk menjaga kepuasan pelanggan di tengah kondisi operasional yang tidak normal.
Selain itu, KAI terus mengedepankan upaya retensi pelanggan dengan memastikan pelayanan tetap maksimal, termasuk penanganan keluhan secara cepat dan responsif di lapangan.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk terus memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, media sosial resmi perusahaan, maupun petugas di stasiun.
“Pelanggan diharapkan datang lebih awal ke stasiun dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan dan keselamatan bersama,” tambahnya.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memastikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap perjalanan kereta api.(r7)




