Tembus 2.000 Pelamar, Pemkot Surabaya Evaluasi Durasi SIL Festival

Tembus 2.000 Pelamar, Pemkot Surabaya Evaluasi Durasi SIL FestivalSurabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat sebanyak 2.000 pelamar mengikuti Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026. Tingginya antusiasme ini mendorong pemkot untuk mengevaluasi durasi pelaksanaan kegiatan ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menilai minat masyarakat yang besar harus direspons dengan penyesuaian waktu pelaksanaan.

Bacaan Lainnya

“Antusiasme masyarakat cukup besar. Ini menjadi dasar ke depan, kemungkinan durasi kegiatan akan kami tambah,” ujar Lilik usai membuka SIL Festival 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (7/4/2026).

Kolaborasi dengan Pelaku Usaha

Lilik menjelaskan, pemkot menggandeng pelaku usaha dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Pemerintah kota berperan sebagai fasilitator dan koordinator tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pemkot memfasilitasi dan mengoordinasikan kegiatan ini, sementara pelaku usaha menanggung pembiayaannya,” jelasnya.

Ia juga mendorong peningkatan intensitas kegiatan serupa agar masyarakat memperoleh lebih banyak peluang kerja dan usaha.

“Ke depan, kami perlu menggelar kegiatan ini lebih intens agar masyarakat bisa menangkap lebih banyak peluang,” katanya.

Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Selain membuka lapangan kerja, Lilik menegaskan SIL Festival 2026 juga bertujuan mendorong produk lokal Surabaya menembus pasar nasional hingga internasional.

“Yang paling penting, produk lokal Surabaya bisa menjangkau pasar lebih luas dan bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, pelaku usaha menampilkan beragam produk lokal, mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan dan meubelair.

“Produk yang ditampilkan sangat beragam dan semuanya merupakan hasil produksi lokal,” ungkapnya.

Perkuat Ekspor dan Konektivitas Logistik

Pemkot Surabaya juga melakukan kurasi produk agar sesuai dengan standar pasar internasional serta kebutuhan negara tujuan.

“Kami menyiapkan kurasi agar produk siap masuk pasar ekspor,” jelas Lilik.

Selain itu, pelaku usaha mengikuti business matching dengan calon pembeli dari luar negeri untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Pasar Kapasan dan PGS Beroperasi Lagi, DPRD Kota Mengapresiasi Pemkot Surabaya

“Kegiatan ini membantu mempertemukan kebutuhan pasar luar negeri dengan produk lokal,” tambahnya.

Lilik menilai kesiapan infrastruktur Surabaya sudah mendukung distribusi logistik, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Konektivitas logistik terus kami perkuat, baik dari luar kota ke Surabaya maupun sebaliknya, termasuk antar pulau,” pungkasnya.

SIL Festival 2026 berlangsung pada 7–9 April 2026 di Balai Pemuda Surabaya dan Grand City Convention Hall. Kegiatan ini menggabungkan job fair dengan business matching berskala internasional.(r7)

Pos terkait