Jakarta (DOC) – Secara medis berpuasa merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk detoksifikasi. Sayangnya, banyak masyarakat yang menganggap saat berpuasa tidak boleh berolahraga. Padahal, berolahraga tetap dapat dilakukan saat sedang menjalani ibadah puasa, terlebih lagi keduanya sama-sama memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.
“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk terus semangat menjaga kesehatan dengan tetap bergerak aktif di bulan Ramadhan,” ujar Jacob Jin selaku Direktur Amazfit South East Asia, dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).
Lebih lanjut Jacob mengungkapkan, berolahraga saat Ramadhan memang tetap dianjurkan oleh pakar kesehatan karena memiliki banyak manfaat bagi tubuh, akan tetapi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perlu dilakukan beberapa penyesuaian.
Jacob pun membagikan kiat berolahraga di bulan Ramadhan, agar masyarakat dapat merasakan manfaat yang optimal:
● Memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, misalnya seperti lari dan bersepeda.
● Mengurangi durasi olahraga, jika pada hari-hari lain terbiasa berolahraga selama 2 jam, maka selama berpuasa, olahraga dapat dilakukan selama 20 – 30 menit.
● Memilih waktu berolahraga yang lebih nyaman, salah satu waktu yang banyak dianjurkan untuk berolahraga saat Ramadhan adalah mendekati waktu berbuka puasa.
● Pantau tanda-tanda vital tubuh saat berolahraga dengan menggunakan gadget berteknologi mutakhir yang tetap nyaman saat digunakan. Misalnya jam tangan pintar Amazfit Bip U Pro.
Sesuai dengan tagline-nya yaitu step into smart fitness, Amazfit Bip U Pro merupakan smartwatch yang dirancang dengan 60+ sport modes yang dapat mendampingi penggunanya dalam melakukan olahraga yang disukai ataupun yang sesuai dengan kemampuan fisiknya.
Dilengkapi dengan PAI™ Health System, yaitu fitur yang dapat mengubah data detak jantung, aktivitas terlacak, dan data kesehatan lainnya menjadi skor yang dipersonalisasi, Amazfit Bip U Pro memungkinkan penggunanya untuk melakukan olahraga ataupun aktivitas lain sambil terus mengamati bagaimana tubuhnya merespon melalui pemantauan tanda-tanda vital secara real time.
Jam tangan pintar ini juga menawarkan berbagai fitur kesehatan kekinian yang dapat membantu penggunanya untuk lebih memahami kebutuhan tubuhnya, seperti: Blood-Oxygen Saturation Measurement yang dapat membantu memantau tingkat saturasi oksigen dalam darah (SpO₂), SomnusCareTM yang merupakan fitur Sleep Monitoring untuk mengukur kualitas tidur, serta fitur Stress Monitoring yang dapat membantu memantau tingkat stres dan menyeimbangkannya dengan memberikan breathing training atau latihan pernafasan. (ris)