Tim Robot Terbang ITS Siap Berkompetisi di Turki

Surabaya,(DOC) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mendapat peluang untuk menunjukkan kehebatannya ditingkat international. 

Kali ini tim robot terbang Bayucaraka ITS, yang akan berlaga dikontes TÜBİTAK International Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Turkey Competition di Turki, pada tanggal 20-23 September mendatang.

Lima anggota tim Bayucaraka yang bersiap tampil berkompetisi tersebut, antara lain; Meilinda Anandhita-manajer proyek, Audie Rahamani-pimpinan tim, Muhammad Ichlasul Salik-pilot, Muhammad Farih-programmer, dan Almizan Aryanto-teknisi elektronik.  

Di bawah bimbingan Ronny Mardiyanto ST MT PhD, Bayucaraka telah menyiapkan pesawat yang bisa melakukan misi dan menyusun strategi. Terdapat dua kategori lomba pada kontes TÜBİTAK tahun ini, yaitu Fixed Winged UAV Systems dan Rotary Winged UAV Systems. “Bayucaraka sendiri mengikuti kategori Fixed Winged UAV Systems dengan membawa dua pesawat, di mana satu pesawat untuk cadangan,” tutur Meilinda,Selasa(18/9/2018).

Pada perlombaan ini, jelas Meilinda, bentuk penilaiannya dibagi menjadi empat yaitu dari laporan dan tiga misi yang dilaksanakan. Untuk saat ini, Bayucaraka menduduki ranking ke-14 dari 80 peserta untuk nilai laporan mereka. “Target dari posisi sekarang, kami ingin mencapai tiga besar,” tandas mahasiswi angkatan 2016 tersebut optimistis. 

Tim Bayucaraka ini pun telah dilepas secara rsmi oleh Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD pada 14 September lalu di gedung Rektorat ITS. Meski baru kali pertama mengikuti UAV International Turkey Competition, Prof Joni percaya dengan kemampuan tim Bayucaraka. “Karena sudah berani melaju ke kompetisi internasional, semua risiko harus bisa dihadapi. Yang terpenting harus punya target maksimal,” pesan Joni mengingatkan. 

Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan tersebut juga berpesan agar Bayucaraka tidak lengah dan dapat melihat potensi pesaing yang ada. “Semua yang dilakukan Bayucaraka hingga sekarang pasti dapat dijadikan sebagai ajang berproses, selalu ada yang dapat dipelajari dari apa yang diperjuangkan,” tutur Joni ketika melepas tim.(hadi/r7)