Aplikasi program Cak Klepon yang diinisiasi oleh Kecamatan Pabean Cantian. (Foto: Ist)
Surabaya, (DOC) – Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya meluncurkan inovasi administrasi kependudukan (adminduk) bernama Cetak Akte Kelahiran dan Kematian dalam Handphone (Cak Klepon). Program ini didesain untuk memangkas birokrasi yang berbelit.
Lewat Cak Klepon, petugas kecamatan bersikap proaktif dengan menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi langsung rumah warga untuk memproses akta kelahiran maupun akta kematian secara cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Satu Jam Langsung Jadi, Warga Tak Perlu Antre
Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal, menjelaskan bahwa inovasi Cak Klepon hadir agar masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu untuk mengantre di kantor kecamatan, kelurahan, bahkan balai RW. Begitu menerima laporan peristiwa kelahiran atau kematian dari RT, RW, atau Kader Surabaya Hebat (KSH), petugas kecamatan akan langsung bergerak ke lapangan.
“Misalnya ada warga yang meninggal dunia, pihak RT/RW akan langsung terkoneksi dengan kami. Satu hari setelahnya, petugas kami akan datang ke rumah duka untuk bertakziah sekaligus memproses dokumennya. Kami hanya butuh dokumen pendukung seperti KK lama, KTP, dan surat kematian. Prosesnya cepat, hanya butuh waktu sekitar satu jam, KK baru dan akta kematian sudah jadi,” ujar Januar Rizal, Jumat (19/6/2026).
Layanan serupa juga berlaku untuk pengurusan akta kelahiran. Banyaknya kasus anak usia sekolah yang terkendala masalah administrasi langsung disapu bersih oleh tim Cak Klepon begitu mendapat laporan dari pengurus kampung.
Selain memberikan kemudahan bagi warga, Januar Rizal menambahkan bahwa inovasi Cak Klepon membawa dampak positif yang signifikan bagi validasi data kemiskinan di wilayahnya. Melalui inovasi ini, pembaruan data bisa dilakukan tiap hari untuk memutus kebiasaan warga yang menunda pengurusan akta kematian karena dianggap rumit.
“Dengan data yang selalu update, di wilayah kami tidak ada lagi istilah orang yang sudah meninggal tetap mendapatkan bansos. Bantuan benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan,” tegas Januar.
Ia juga mengimbau warga Pabean Cantian yang belum melengkapi dokumen Adminduk agar tidak ragu melapor. “Kami yang akan datang menjemput ke rumah masing – masing. Semuanya gratis,” tambahnya.
Manfaat nyata dari program Cak Klepon ini dirasakan langsung oleh Nanik, warga Teluk Bone Tengah RT 06. Ia menceritakan pengalamannya saat sang ayah meninggal dunia pada tahun 2024 lalu.
Di tengah suasana duka, ia sempat bingung dan tidak terpikirkan untuk mengurus administrasi. “Beberapa hari setelah bapak meninggal, Pak Mus (petugas kecamatan) datang ke rumah. Ternyata surat kematian bapak sudah selesai diuruskan oleh beliau. Saya kaget sekaligus bersyukur,” cerita Nanik.





