Lumajang,(DOC) – Syaifuddin (71), seorang tukang becak asal Kelurahan Citrodiwangsan, Lumajang, bisa naik haji menunaikan rukun Islam kelima setelah berjuang menabung selama 47 tahun. Ia akan berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri, Sofiah (65), dalam kelompok terbang (kloter) 36 haji tahun 2025.
Impian itu ia tanam sejak 1978. Setiap hari, ia mengayuh becak di jalanan kota. Hasil dari narik becak ia sisihkan sedikit demi sedikit. Bukan lewat tabungan bank langsung, melainkan melalui sistem arisan. Begitu mendapat giliran arisan, ia langsung menyetorkannya ke bank tanpa ditunda.
“Pertama nabung itu ya karena ada niat dari hati. Ingin sekali ibadah ke Mekah,” ujar Syaifuddin, Kamis (1/5/2025).
Perjuangannya penuh kesabaran. Tahun demi tahun ia jalani tanpa lelah. Pada 2012, tabungannya akhirnya mencapai Rp 100 juta. Jumlah yang cukup untuk mendaftar haji kala itu, di mana uang muka minimal Rp 25 juta per orang.
“Ya kerjanya narik becak. Hasilnya saya kumpulin, masuk arisan. Giliran dapat arisan, langsung saya tabung. Gitu terus sampai cukup,” jelasnya.
Ia merasa bersyukur karena bisa berangkat bersama istrinya. Ini menjadi hadiah terbesar dari perjuangan hidupnya sebagai tukang becak hingga bisa naik haji.
“Alhamdulillah. Akhirnya kami bisa ke Tanah Suci. Semoga jadi haji mabrur. Pulang membawa keberkahan untuk keluarga,” tuturnya dengan suara bergetar.
Syaifuddin juga sudah menyiapkan doa untuk anak-anak, cucu, saudara, dan tetangga. Ia ingin mereka juga merasakan berkah dari ibadah ini.
“Yang saya doakan tentu keluarga besar saya. Semoga mereka diberi rezeki dan bisa nyusul ke Tanah Suci,” katanya.(imam)


