UMKM Naik Kelas, Wapres dan Gubernur Jatim Apresiasi Ibu-ibu Mekaar

UMKM Naik Kelas, Wapres dan Gubernur Jatim Apresiasi Ibu-ibu Mekaar
UMKM Naik Kelas, Wapres dan Gubernur Jatim Apresiasi Ibu-ibu Mekaar

Surabaya, (DOC) – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi semangat para pendamping dan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bondowoso, Selasa (24/6/2025). Ia hadir bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Turut mendampingi, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

Dalam kegiatan tersebut, Wapres Gibran menyoroti antusiasme tinggi para pelaku UMKM yang tergabung dalam program Mekaar, terutama ibu-ibu rumah tangga yang kini aktif menjalankan usaha mandiri.

Bacaan Lainnya

“Keuangan ibu-ibu di sini sangat tertib. Di Bondowoso saja, Non-Performing Loan (NPL)-nya hanya 0,8 persen. Artinya, nyaris tidak ada kredit macet,” ungkap Wapres.

Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pemisahan antara keuangan rumah tangga dan bisnis. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan smartphone untuk memperluas pasar, agar produk lokal tidak hanya berputar di Bondowoso, tetapi bisa menembus pasar nasional.

“Saya akan lihat produk-produk unggulan apa saja dari ibu-ibu Mekaar di sini. Doakan semoga usaha mereka naik kelas, platform-nya tumbuh, karyawannya bertambah, dan dampaknya terasa di ekonomi keluarga,” ujarnya.

Gubernur Khofifah: UMKM Naik Kelas, Kemiskinan Bisa Turun

Senada dengan Wapres, Gubernur Khofifah turut memuji perkembangan nasabah Mekaar. Menurutnya, program ini bukan hanya soal modal, tapi juga soal semangat, keberanian, dan partisipasi masyarakat dalam membangun ekonomi keluarga.

“Nasabah PNM secara nasional ada 15,8 juta. Di Jawa Timur 2,4 juta, dan di Bondowoso lebih dari 75.000 nasabah tergabung dalam 5.052 kelompok,” jelasnya.

Ia menyebut banyak ibu rumah tangga yang awalnya tidak memiliki penghasilan kini menjadi pelaku UMKM yang naik kelas. Bahkan, beberapa sudah memanfaatkan basis digital untuk menjangkau pasar lebih luas.

“Kalau ini terus bergerak, insya Allah target kemiskinan ekstrem zero persen di bulan September 2025 bisa tercapai,” pungkas Khofifah.

Baca Juga:  Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 Perkuat Ekspor dan Serap Tenaga Kerja
Dorongan untuk Pendamping dan Kepala Daerah

Wapres Gibran juga berpesan kepada para pendamping Mekaar agar terus memberikan pendampingan secara konsisten. Ia meminta agar kepala daerah ikut membantu dengan memprioritaskan produk-produk UMKM dalam setiap acara pemerintahan.

“Mohon bersabar ya mendampingi ibu-ibu. Tapi ini penting. Saling menguatkan, saling semangati. Kalau usaha ibu-ibu ini sukses, yang untung bukan hanya mereka, tapi juga ekonomi daerah,” kata Gibran.

Ia mengakhiri dengan harapan agar semua nasabah Mekaar tetap sehat, semangat, dan terus tumbuh bersama. (r6)

Pos terkait