Usai Raih Dua Penghargaan ANRI, Surabaya Disarankan Lompati Era Literasi Baru

Usai Raih Dua Penghargaan ANRI, Surabaya Disarankan Lompati Era Literasi Baru
Usai Raih Dua Penghargaan ANRI, Surabaya Disarankan Lompati Era Literasi Baru

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, dua penghargaan di raih sekaligus dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan pertama adalah Nilai Pengawasan Kearsipan Tertinggi Nasional Tahun 2024 dengan predikat “AA” dan nilai sangat memuaskan: 98,51.

Pengakuan ini menegaskan komitmen Pemkot Surabaya dalam menyelenggarakan sistem kearsipan yang menyeluruh, mulai dari kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip inaktif dan statis, hingga sumber daya manusia dan sarana prasarana pendukung, termasuk pengelolaan arsip elektronik.

Bacaan Lainnya

Penghargaan kedua, ANRI menetapkan Arsip Makam Eropa Peneleh Surabaya (1848–2024) sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa (MKB) Tahun 2025. Arsip ini di nilai memiliki nilai sejarah dan signifikansi sosial-komunitas yang tinggi, menjadikannya bagian penting dari narasi sejarah Indonesia.

Menanggapi capaian ini, Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, mendorong agar prestasi ini di tindaklanjuti dengan lompatan besar di sektor literasi. Ia menekankan perlunya pengembangan perpustakaan digital berbasis teknologi dan sains futuristik, yang tak hanya adaptif terhadap zaman, tapi juga visioner.

“Sudah waktunya Surabaya punya perpustakaan yang tak hanya menyimpan buku, tapi juga menghadirkan pengalaman literasi interaktif—dengan visual, audio, dan teknologi digital. Literasi hari ini harus menyentuh generasi muda secara nyata,” ujar Kahfi, Senin (26/5/2025).

Arsip-Arsip Klasik

Politikus Gerindra ini menambahkan bahwa Perpustakaan Daerah Surabaya (Perpusda) harus menjadi pusat sains, teknologi, dan digitalisasi sejarah kota. Ia membayangkan arsip-arsip klasik Surabaya di sajikan dalam format Virtual Reality (VR).

“Bayangkan anak-anak bisa menyaksikan langsung suasana Surabaya era 1980-an, atau merasakan atmosfer Kampung Peneleh tempo dulu hanya lewat satu klik,” katanya.

Tak hanya itu, Kahfi mengusulkan agar Perpusda menghadirkan simulasi ilmiah, seperti miniatur gempa bumi atau visualisasi perkembangan teknologi berbasis teori ilmiah. Ia menyarankan kolaborasi dengan kampus-kampus seperti ITS untuk pengembangan konten digital edukatif.

Baca Juga:  Azhar Kahfi Desak Satpol PP Bentuk Unit Siber Awasi Prostitusi Online

Menurutnya, dengan visi dan kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, langkah menuju transformasi ini sangat mungkin di wujudkan. Ia mengusulkan perpustakaan umum di Rungkut sebagai pilot project perpustakaan digital masa depan, yang bisa di perluas ke wilayah lain.

“Surabaya punya semua modal untuk jadi kota percontohan literasi berbasis teknologi, tak hanya di Indonesia, tapi di tingkat global,” tutup Kahfi. (r6)

Pos terkait