Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya menegaskan filosofi kuat di balik kebijakan pendidikannya saat menerima kunjungan verifikasi lapangan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional dari Tim Teknis Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Selasa (4/11/2025), di Ruang Sidang Wali Kota.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) bukan sekadar program, melainkan fondasi utama dalam membangun karakter generasi masa depan.
“Tujuan kami bukan mengejar penghargaan. Penghargaan penting, tapi yang utama adalah dampaknya. Sistem penilaian seharusnya fokus pada output dan outcome yang di rasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut PAUD sebagai “kertas putih” yang akan membentuk pemimpin 2045, dan karena itu Pemkot Surabaya mengalokasikan sekitar 21% APBD atau Rp2,1 triliun untuk pendidikan, dengan 5% khusus PAUD. Tapi ia menegaskan, APBD bukan satu-satunya kekuatan. Gotong royong adalah kuncinya.
Kolaborasi Jadi Kekuatan, PAUD Diperkuat Hingga Tingkat Kampung
Program PAUD di Surabaya melibatkan sektor swasta lewat CSR untuk beasiswa dan pelatihan guru, serta mendorong inisiatif warga lewat Kampung Pancasila dan Orang Tua Asuh.
“Yang mampu bantu yang kurang mampu. Ini bentuk keadilan sosial sejak dini,” kata Eri.
Di bawah payung Wajib Belajar 13 Tahun, Surabaya telah menyediakan 332 PAUD SD 1 Atap dan merehabilitasi 458 Pos PAUD Terpadu lengkap dengan fasilitas TIK. Gerakan Ayo ke PAUD bahkan berhasil menjangkau hampir seluruh anak usia 5–7 tahun lewat verifikasi door-to-door.
Untuk mendukung ASN, di bentuk pula TPA Generasi Emas Surabaya (Gemas) di area perkantoran.
PAUD Holistik
Ketua Bunda PAUD Surabaya, Rini Indriyani, menyampaikan bahwa Surabaya ingin menjadi barometer PAUD nasional. Visi ini di wujudkan melalui sinergi 19 OPD dan akademisi, serta dukungan dana sebesar Rp118 miliar untuk PAUD Holistik Integratif di 2025.
Program ini mencakup:
- Beasiswa S1 RPL dan S2 bagi guru
- Penguatan karakter lewat Edu City Tour
- Implementasi 7 KAIH++ dengan tambahan nilai gotong royong dan wani (berani)
- Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dengan 14 sesi wajib
“Gotong royong dan keberanian untuk berbuat baik adalah dua karakter lokal yang kami tanamkan sejak dini,” kata Rini.
Komitmen Nyata untuk Pendidik dan Lingkungan Inklusif
Surabaya juga memberikan dukungan nyata pada guru lewat BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Pelayanan bulanan, pendampingan akreditasi, hingga pelatihan coding dan AI untuk pendidik.
Semua program ini di topang oleh regulasi yang kuat, seperti Perwali PAUD Inklusif dan Perwali SOTH, serta kemitraan dengan berbagai pihak termasuk UNICEF.
Ketua Tim Verifikator, Muhammad Ngasmawi, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mencocokkan implementasi program dengan laporan yang di ajukan. Tim akan mengunjungi lima titik lokasi selama dua hari, termasuk Graha PAUD, Kecamatan Peneleh, Wonokromo, dan dua kelurahan lainnya. (r6)





