Viral Dugaan Eksploitasi Kucing di Jalan Tunjungan, Wali Kota Eri Perkuat Keamanan

Digugat Rp25 Miliar oleh Mantan Pemilik Ruko Ngagel, Eri Cahyadi Siap Hadiri Sidang di PN Surabaya
Wali Kota Eri Cahyadi saat ditemui di Balai Kota Surabaya. (Foto: redaksi)

Surabaya, (DOC) – Unggahan yang memperlihatkan sejumlah kucing berkostum di kawasan wisata Tunjungan Romansa, Jalan Tunjungan, Surabaya, mendadak viral di media sosial. Kucing-kucing tersebut disorot warga net lantaran tampak lemas dan tertidur bersamaan di tengah bising dan riuhnya keramaian jalanan, sehingga memicu dugaan adanya eksploitasi hewan.

Menanggapi isu yang menyita perhatian publik tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi akhirnya buka suara. Eri menegaskan bahwa seluruh area pedestrian (trotoar) di Jalan Tunjungan pada dasarnya disterilkan dari berbagai aktivitas non-pejalan kaki, termasuk atraksi atau pameran hewan berkostum, kecuali jika telah mengantongi izin resmi dari dinas terkait.

Bacaan Lainnya

“Yang namanya di Jalan Tunjungan, saya sudah panggil Satpol PP. Harus aman, tidak boleh ada yang jualan atau kegiatan apa pun di pedestrian,” tegas Eri, Rabu (23/9/2026).

Eri secara khusus menyoroti keberadaan kucing-kucing berkostum yang viral tersebut. Ia memastikan kegiatan semacam itu tidak memiliki izin dan melanggar ketertiban fungsi trotoar.

“Kecuali dia mendapatkan izin. Contoh tiba-tiba kayak pameran kucing kemarin, ya itu tidak boleh,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Surabaya akan memperketat penjagaan dan pengawasan di sepanjang Jalan Tunjungan. Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi utama pedestrian agar para pejalan kaki dan wisatawan dapat menikmati suasana Tunjungan Romansa dengan nyaman dan tertib.

“Tidak boleh ada orang jualan atau membuat kegiatan di sepanjang pedestrian, supaya orang yang jalan kaki bisa nyaman,” ujar Eri.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan penertiban langsung diberlakukan dan meminta jajarannya bertindak tegas terhadap aktivitas liar di area pedestrian.

“Tidak boleh orang menampilkan apa pun kecuali yang memang sudah disepakati dan ditentukan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar). Ini sudah kami perkuat lagi pengawasannya. Semoga mulai malam ini tidak ada lagi kejadian seperti itu,” pungkasnya.

Pos terkait