D-ONENEWS.COM

Wakil Ketua DPRD Surabaya Berharap Good Will Gubernur Jatim Soal Nasib 19 KK Penghuni Rusunawa Gunungsari

Foto ; Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony

Surabaya,(DOC) – Kurang lebih 19 Kepala Keluarga (KK) penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) Gunungsari Surabaya terkena pemutusan aliran listrik dari PLN karena menunggak bayar tagihan.

Total tunggakan para penghuni Rusunawa Gunungsari tersebut mencapai sekitar Rp. 511 juta.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony, yang mendapat keluhan dari para penghuni Rusunawa, meminta pihak pengelola Rusunawa Gunungsari untuk memperhatikannya. Mengingat ke 19 KK tersebut dari keluarga kurang mampu yang dulu direlokasi dari bantaran sungai Wonokromo dan Jagir ketika terjadi penggusuran. Kala itu, lanjut Thony, warga yang terkena gusur sebanyak 26 KK.

Rusunawa itu, kata Thony, dibangun dan dikelola oleh Pemprov Jawa Timur. Pada masa kepemimpinan Gubernur Soekarwo, warga terdampak penggusuran sempat dijanjikan mendapat pembinaan, dan bahkan dalam waktu 2 tahun akan diberikan hunian dan pekerjaan.

“Kalau mereka tiba-tiba disodori tagihan selama 8 tahun dengan jumlah lebih dari setengah Miliar, tentu tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ini persoalan sosial yang menjadi tanggungjawab kita bersama, termasuk Gubernur Jatim. Yang perlu diingat, Surabaya ini juga bagian dari Jatim,” ungkap AH Thony, Selasa(27/11/2019).

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mendiskusikan persoalan ini dengan komisi-komisi di DPRD Surabaya untuk memanggil pihak-pihak terkait guna mencari solusi penyelesaian. Bila perlu, lanjut dia, DPRD Surabaya melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Jatim agar memanggil Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur.

“Saya mendorong pada rekan-rekan di Komisi A yang membidangi Hukum Pemerintahan DPRD Surabaya untuk melakukan rapat dengar pendapat (hearing) Minggu depan,” katanya.

Ia berharap good will dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk membantu warga kurang mampu penghuni Rusunawa Gunungsari Surabaya. Sebelumnya AH Thony telah membantu uang pribadi Rp 800 ribu yang digunakan untuk mengangsur tunggakan sewa.

“Saya serahkan ke bu Ani yang telah mengangsur Rp 500 ribu berarti masih sisa Rp 300 ribu. Lalu saya kroscek, ternyata tunggakannya yang begitu besar. Tapi saya optimis Bu Khofifah bersedia membantu,” pungkasnya.(robby)

Loading...

baca juga