
Surabaya, (DOC) – Sebelas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya Barat menjadi korban penipuan pinjaman online (pinjol). Mereka tertipu oleh seorang pria yang mengaku sebagai pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung membantu. Ia mengganti kerugian para korban saat berkunjung ke dua lokasi, yaitu Kantor Kelurahan Kandangan dan Pakal, pada Jumat (14/2/2025).
“Para korban sudah membayar cicilan, tapi uang pinjaman tak pernah mereka terima. Ini sangat tidak adil. Ada lima korban dari Kelurahan Benowo dan enam dari Kelurahan Pakal. Saya bantu lunasi tagihan mereka, totalnya sekitar Rp 20 juta,” ujar Eri dengan tegas.
Instruksi Hentikan Pembayaran
Selain memberikan ganti rugi, Eri meminta para korban untuk berhenti membayar cicilan berikutnya. Menurutnya, pihak kepolisian telah menegaskan bahwa pembayaran tidak perlu dilanjutkan karena dana tidak pernah dicairkan.
“Penyidik menyarankan agar mereka tak membayar lagi. Saya juga sudah meminta Dinas Koperasi dan Perdagangan (Dinkopdag) mengirimkan surat ke pihak pinjol agar mereka tahu kasus ini,” jelasnya.
Eri juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran pinjaman. Ia menekankan pentingnya mengecek kebenaran informasi dengan menghubungi kelurahan atau kecamatan sebelum mengambil keputusan.
“Jika ada yang menawarkan pinjaman, pastikan dulu ke camat atau lurah. Program resmi dari pemerintah pasti disosialisasikan oleh pejabat yang berwenang. Jangan mudah percaya tanpa verifikasi,” imbuhnya.
Sosialisasi dan Langkah Pencegahan
Sementara itu, Pemkot Surabaya melalui Inspektorat sedang mendalami kasus ini. Sejumlah pihak telah dipanggil untuk memberikan keterangan lebih lanjut.
Agar kejadian serupa tidak terulang, Eri meminta camat dan lurah aktif melakukan sosialisasi kepada pelaku UMKM. Ia juga mengingatkan tentang program pinjaman yang lebih aman, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Saya minta camat dan lurah mengumpulkan UMKM untuk membahas berbagai opsi pinjaman. Jangan tergesa-gesa memilih pinjol. Banyak program pemerintah yang lebih menguntungkan dan tanpa agunan,” tutupnya. (r6)





