
Surabaya,(DOC) – Dua pasangan Bakal Calon Wali Kota atau Bacawali Independen gagal Ikut Pemilu Wali Kota Surabaya, karena tak memenuhi syarat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya.
Salah satu Bacawali Independen gagal Asrilia Kurniati buka suara soal kegagalannya menjadi Kontestan Pemilu Wali Kota (Pilwali) Surabaya.
Kepada para awak media, Asrilia Kurniati mengatakan legowo dan akan tetap menjalankan program-programnya yang sudah tersusun.
“Prinsip saya satu. Berbuat baik dan jangan lelah. Kemanapun saya berada, harus tetap berbuat baik,” ujar Asrilia, Selasa(14/5/2024).
Meski pada Pilwali periode 2024-2029 ini, pihaknya gagal melenggang ke kontestasi Pilwali, namun Asrilia mengaku banyak dorongan kepadanya agar mencalonkan lagi pada periode 5 tahun mendatang.
“Sebenarnya sudah banyak yang mendorong saya mempersiapkan 5 tahun ini. Saya bilang sebentar kita lihat situasi dulu, yang penting kita terus berbuat baik. Bersosial itu gak perlu jadi pejabat, yang penting ada duit dan kita punya kepedulian, itu cukup,” terangnya.
Terima Tawaran Parpol yang Miliki Visi-Misi Sama
Mengenai kabar adanya Partai politik (Parpol) yang tertarik dengan sosok Asrilia untuk di usung di Pilwali 2024 melalui lembaga, menurut Asrilia, kalaupun ada pihaknya akan melihat visi dan misi Parpol tersebut.
“Kalau pinang-meminang. Asal sesuai visi-misi dan saya tidak di delete partai. Saya mau menjadi orang yang baik bukan untuk kepentingan golongan ataupun pribadi tetapi kepentingan rakyat,” jelasnya.
“Tadi saya sudah nulis tentang apa yang harus saya bicarakan di depan kalian(media) semua. Politik memegang peranan penting dalam sistem pemerintahan negara demokrasi,” imbuhnya.
Ia-pun menyoroti sistem pencalonan di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada), pasca gagalnya dia masuk dalam kontestasi Pilwali. Asrilia menyayangkan kinerja KPU Kota Surabaya, utamanya soal keterbukaan dan sosialisasi tahapan Pemilu ke masyarakat. Khususnya terhadap para calon perseorangan.
“Ini berkaca pada proses saya. Sistem KPU harus lebih di perbaiki soal pendaftaran. Sebisa mungkin di hapus diskriminasi dari calon independen,” ungkapnya.
Pertemuan dengan para awak media, di gelar di rumah pemenangan Asrila Kurniati, di kawasan Zimbali Costa Pakuwon City, Sukolilo Surabaya. Pada kesempatan itu, Asrilia Kurniati menunjukkan ratusan ribu fotocopy KTP para dukungannya.
“Ada 160 ribu fotocopy KTP pendukung saya. Namun karena terbatasnya waktu dan adanya miskomunikasi dengan KPU, maka semuanya tak tersampaikan sebagai syarat pendaftaran calon independen,” pungkasnya.(ang/r7)




