Lumajang,(DOC) – Puluhan hektar lahan tanaman jagung dan padi yang berada di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro di serang hama tikus. Akibat kejadian itu, petani jagung harus menanggung kerugian hingga puluhan juta rupiah.
Para petani mengeluh terhadap serangan hama tikus. Tidak hanya pada saat tanam, serangan hewan pengerat ini juga masif menjelang panen. Akibatnya, hasil panen tak bisa di harapkan lagi.
“Ini Sudah tiga kali tanam gagal panen semua. Upaya untuk memberantas tikus sudah dilakukan namun tetap masih banyak,” ujar Petani Tomi Setyawan.
Tomi berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memberikan solusi bagaimana cara membasmi hama tikus dan memberikan obat untuk membasmi tikus yang telah melanda puluhan hektar sawah desa Kloposawit.
“Kami berharap ada solusi dari pemerintah atau memberikan bantuan obat pembasmi tikus agar petani desa Kloposawit bisa mengatasi” harapnya.
Hal senada di sampaikan, Pardi, bahwa tanaman padi miliknya juga mengalami tiga kali gagal panen. “Tanaman padi saya juga sama di serang tikus. Sudah tiga kali tanam ini, tapi tidak bisa panen sama sekali. Ini buktinya,” katanya sambil menunjukkan padi tanamannya.(mam/r7)


