
Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya menargetkan capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebesar 100 persen pada semester II tahun 2024. Saat ini, capaian ETPD Surabaya di semester I tahun 2024 sudah mencapai 97,3 persen.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Surabaya mengadakan High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah. Acara ini berlangsung di Ruang Bromo, Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, pada Kamis (14/11/2024).
HLM tersebut di hadiri oleh Kepala Perangkat Daerah (PD), Kasubag Keuangan, dan Bendahara Pemkot Surabaya. Hadir pula perwakilan dari Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Bank Jatim, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, M. Ikhsan, menegaskan komitmen pemkot untuk memperbaiki pencatatan keuangan. Langkah ini di harapkan dapat mendukung pencapaian target Indeks ETPD hingga maksimal.
“Alhamdulillah, capaian kita di semester pertama sudah 97,3 persen. Namun, masih ada beberapa aspek yang perlu di perbaiki, terutama dalam pencatatan transaksi,” kata Ikhsan.
Ia menjelaskan bahwa ada tiga fokus utama dalam upaya peningkatan Indeks ETPD. Pertama, komitmen. Kedua, peningkatan kapasitas melalui High Level Meeting. Ketiga, literasi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari Kepala PD, Camat, Kasubag Keuangan, hingga Bendahara untuk memperbaiki tata kelola keuangan,” jelasnya.
Ikhsan juga menekankan bahwa pencapaian Indeks ETPD 100 persen tidak berarti seluruh transaksi harus digital.
“Masih ada porsi transaksi tunai atau konvensional yang harus di akomodasi dalam indeks tersebut,” tambahnya.
Tiga Aspek Utama
Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Bandoe Widiarto, menjelaskan tiga aspek utama dalam penilaian ETPD. Ketiga aspek itu adalah proses, outcome, dan output.
“Aspek pertama adalah proses, mencakup High Level Meeting, peningkatan kapasitas, dan literasi masyarakat. Kedua, outcome, terkait penerimaan pajak dan retribusi daerah non-tunai,” ujar Bandoe.
“Aspek terakhir adalah output, yang mengukur capaian indeks ETPD, indeks SPBE, serta komitmen pemda dalam mendukung P2DD,” tambahnya.
Bandoe menekankan pentingnya tiga pilar utama untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ETPD pada semester II 2024. Pilar pertama adalah visioning, yaitu mendorong transformasi digital melalui program ETPD. Kedua, implementasi konsisten sesuai roadmap. Ketiga, sinergi antara BI, Pemkot Surabaya, Bank Jatim, dan OJK.
Sementara itu, Direktur IT dan Digital Bank Jatim, Zulhelfi Abidin, menyebut evaluasi ETPD di lakukan setiap Juni dan Desember. Di tahun 2024, capaian ETPD Surabaya hingga Mei tercatat 97 persen, kurang 3 persen dari target.
Menurut Zulhelfi, ada beberapa langkah untuk menutup kekurangan tersebut. Langkah pertama, Pemkot perlu meninjau 96 rekening yang telah di petakan untuk memastikan data tidak ada yang terlewat.
“Dari analisis yang ada, implementasi ETPD di Surabaya mencapai 97 persen,” ujarnya.
Zulhelfi menambahkan, beberapa transaksi konvensional dapat masuk ke kategori digital. Ia menyatakan komitmen Bank Jatim untuk terus mendukung Pemkot Surabaya mencapai target ETPD 100 persen pada akhir 2024.
“Kami siap memberikan dukungan penuh agar Kota Surabaya mencapai hasil maksimal di Desember 2024,” tutup Zulhelfi. (r6)





