
Surabaya, (DOC) – Konsep Sekolah Rakyat yang di gagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat apresiasi dari Wakil Rektor I Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dr. Martadi, M.Sn. Program ini merupakan bagian dari visi Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mencetak agen perubahan dari keluarga miskin melalui pendidikan berkualitas.
Syarat Pendaftaran Sekolah Rakyat
Untuk mendaftar di Sekolah Rakyat, calon siswa harus memenuhi beberapa persyaratan. Mereka harus berasal dari keluarga miskin atau miskin ekstrem, memiliki motivasi belajar tinggi, serta mendapat dukungan penuh dari orang tua atau wali. Selain itu, calon siswa harus sehat jasmani dan rohani, lulus seleksi masuk, dan di izinkan tinggal di asrama.
Menurut Dr. Martadi, Pemkot Surabaya bergerak cepat dalam merealisasikan Sekolah Rakyat di empat jenjang pendidikan sekaligus. Ia menilai program ini sejalan dengan misi nasional, terutama melalui program “1 Keluarga Miskin, 1 Sarjana” yang di wujudkan dalam bentuk Omah Ilmu Arek Suroboyo, berjalan sejak Agustus 2024.
Lebih lanjut, ia memuji inovasi Surabaya yang tidak terpaku pada satu model. Selain model terpusat, Pemkot juga mengembangkan model inklusif melalui Kampung Anak Negeri (untuk jenjang SD dan SMP) dan Omah Ilmu Arek Suroboyo (untuk perguruan tinggi). Dalam model ini, siswa tinggal di asrama namun bersekolah di sekolah formal terdekat.
Dr. Martadi menekankan bahwa harmonisasi kurikulum menjadi faktor penting. Ia berharap ada sinergi antara pendidikan formal di sekolah dan program pembiasaan positif di asrama. Menurutnya, penyelarasan ini penting untuk membentuk pendidikan karakter yang utuh bagi para siswa.
Unesa Siap Buka Sekolah Rakyat untuk SMA
Sebagai dukungan konkret, Unesa Kampus II Lidah Wetan siap menjadi lokasi Sekolah Rakyat jenjang SMA.
Penerimaan siswa baru di jadwalkan pada Juni 2025. Kesiapan ini sudah di tinjau oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta kementerian terkait.
Dr. Martadi menegaskan, sebagai kota besar, Surabaya perlu menjadi contoh nasional dalam mengimplementasikan program prioritas ini.
Ia juga menyoroti tantangan lahan di kota besar seperti Surabaya. Karena itu, model inklusif di nilai sebagai solusi cerdas, tanpa harus membangun kompleks Sekolah Rakyat dalam satu lokasi.
Dengan dua pendekatan, yaitu Sekolah Rakyat terpusat dan Sekolah Rakyat inklusif, Surabaya di harapkan dapat menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
Sebagai informasi, Pemkot Surabaya mengembangkan Sekolah Rakyat di empat jenjang, yakni:
-
SD dan SMP di UPTD Kampung Anak Negeri, Jalan Wonorejo Timur
-
SMA di Unesa Kampus II, Lidah Wetan
-
Perguruan tinggi di Omah Ilmu Arek Suroboyo, Kalijudan. (r6)





