Surabaya,(DOC) – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menyambut positif putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan pendidikan dasar wajib diberikan secara gratis di seluruh Indonesia.
Menurut Ajeng, langkah MK ini menguatkan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang lebih dulu menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa jenjang SD dan SMP negeri.
“Keputusan MK menegaskan bahwa sekolah itu harus gratis. Di Surabaya, kami sudah memperluas akses pendidikan dasar secara masif lewat SD dan SMP negeri tanpa pungutan biaya. Jadi, tak ada lagi alasan biaya jadi penghambat sekolah,” ujar Ajeng, Rabu (2/7/2025).
Tak hanya memperhatikan sekolah negeri, Ajeng juga menekankan pentingnya dukungan bagi sekolah swasta. Ia mencontohkan kebijakan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA) yang telah berjalan di Surabaya.
“Kita menyasar sekolah-sekolah swasta dengan SPP di bawah Rp500 ribu. Ini bukan hanya soal anggaran pusat dari BOS, tapi komitmen daerah melalui BOPDA agar pendidikan tetap inklusif,” jelasnya.
Siap Sambut Sekolah Rakyat ala Prabowo
Lebih lanjut, Ajeng menyoroti keselarasan kebijakan pendidikan Surabaya dengan visi Presiden terpilih Prabowo Subianto, khususnya terkait program Sekolah Rakyat.
Ia menjelaskan bahwa program ini mencakup tidak hanya pendidikan gratis, tetapi juga dukungan penuh bagi anak-anak yang tinggal di asrama.
“Sekolah Rakyat memberi pembiayaan hidup. Makan, minum, tempat tinggal. Ini langkah konkret untuk menjamin akses pendidikan bagi warga tidak mampu. Surabaya siap menyambut konsep ini,” ujarnya.
Meski mendukung penuh kebijakan pendidikan gratis, Ajeng mengingatkan pemerintah pusat agar segera merilis petunjuk teknis (juknis) terkait kesejahteraan tenaga pendidik.
“Tanpa guru yang sejahtera, kualitas pendidikan sulit tercapai. Pemerintah pusat harus beri kejelasan soal tunjangan dan fasilitas, termasuk penyediaan teknologi seperti smart board,” katanya.
Ia juga mendorong agar program Kejar Paket digratiskan. Menurutnya, Surabaya harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk mereka yang tertinggal secara usia dan ekonomi.
“Tidak boleh ada anak Surabaya yang tertinggal pendidikan. SD, SMP harus gratis, dan untuk yang belum sempat sekolah, kita siapkan Kejar Paket secara gratis juga,” tegas Ajeng.(r7)





