Warga Luar Jadi Jukir Liar, Eri: Jangan Rusak Surabaya!

Warga Luar Jadi Jukir Liar, Eri: Jangan Rusak Surabaya!
Warga Luar Jadi Jukir Liar, Eri: Jangan Rusak Surabaya!

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung ke lapangan memimpin operasi penertiban juru parkir (jukir) liar di kawasan Jalan Dr. Ir. H. Soekarno. Ia di dampingi oleh jajaran Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam sidak ke dua toko modern yang di duga melanggar aturan pengelolaan parkir.

Dari hasil inspeksi, Cak Eri—sapaan akrab Wali Kota—menemukan jukir liar yang memungut uang parkir di area yang sebenarnya telah di nyatakan bebas parkir.

Bacaan Lainnya

“Beberapa toko sudah tulis ‘bebas parkir’, tapi masih ada jukirnya. Ini jelas melanggar,” tegasnya di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa toko modern atau tempat usaha yang menyediakan lahan parkir wajib membayar pajak parkir. Pemilik usaha dapat memilih salah satu dari dua skema pembayaran yang di atur oleh Pemkot.

Dua Skema Pajak Parkir

Skema pertama, pengusaha membayar pajak di muka berdasarkan estimasi jumlah kendaraan. Jika toko menggunakan skema ini, maka harus ada keterangan “bebas parkir”. Tidak boleh ada jukir yang menarik biaya di lapangan.

Namun, jika realisasi jumlah kendaraan melebihi estimasi, pemilik usaha wajib membayar tambahan 10 persen dari kelebihan tersebut.

Skema kedua, pajak di bayarkan berdasarkan jumlah kendaraan aktual tiap bulan. Sistem ini, menurut Wali Kota, lebih transparan karena di hitung berdasarkan data sebenarnya. Dalam skema ini, tidak perlu ada tulisan “bebas parkir”, karena transaksi di lakukan oleh operator resmi yang di awasi Pemkot.

“Kalau pakai skema aktual, jumlah kendaraan tercatat dan di bayar 10 persen dari itu. Ini lebih jujur,” jelasnya.

Wajib Gunakan Sistem Elektronik

Eri juga mewajibkan penggunaan alat elektronik untuk mencatat transaksi parkir. Hal ini untuk mencegah pungli dan memastikan masyarakat tahu lokasi mana yang benar-benar bayar dan mana yang gratis.

Baca Juga:  Fasilitas Transportasi Ramah Pelajar, Bus Sekolah Surabaya Layani Lima Rute Utama

“Tidak boleh manual. Alat harus di pasang, agar masyarakat tahu jelas,” tegasnya lagi.

Dalam sidak tersebut, Cak Eri menemukan jukir liar yang ternyata bukan warga Surabaya. Ia menyayangkan hal ini, karena menurutnya justru warga luar yang merusak ketertiban kota.

“Kita ini menata Surabaya untuk warganya. Tapi malah ada jukir dari luar kota. Ini yang bikin susah,” ujarnya.

Cak Eri juga mengajak warga untuk aktif menjaga kotanya. Ia meminta masyarakat melawan praktik jukir liar dan segera melapor jika menemukan pelanggaran.

“Warga Surabaya harus jadi pahlawan kota ini. Kalau lihat seperti ini, lawan! Kalau tidak bisa, lapor ke 112, nanti kita datangi bersama,” serunya. (r6)

Pos terkait