Surabaya,(DOC) – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK tahun 2025 di Surabaya berlangsung khidmat dan penuh semangat di Graha YKP, Jalan Medokan Asri Utara No. 39. Acara ini mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas.”
Rangkaian kegiatan di buka dengan pertunjukan kolaboratif dari kader PKK se-Surabaya. Mereka menampilkan musik angklung, kolintang, hingga paduan suara sebagai wujud semangat gotong royong dalam gerakan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK atas kontribusinya selama 53 tahun.
“PKK adalah mitra strategis Pemkot dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Terima kasih atas kerja kerasnya, termasuk dalam upaya penanganan stunting,” ujar Cak Eri.
Ia menegaskan bahwa keluarga yang kuat akan melahirkan kampung yang tangguh, dan dari situ akan lahir kota yang berkah.
“Saya ingin PKK terus jadi garda terdepan membentuk keluarga berkualitas dari aspek moral, pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi,” tambahnya.
Momentum untuk Bergerak Bersama
Cak Eri menyebut peringatan HKG ini sebagai momen reflektif untuk memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat. Ia mengutip prinsip Khoirunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama.
“Inilah yang di lakukan PKK Surabaya. Datang dari rumah ke rumah, membantu warga dengan ikhlas. Itulah budaya arek Suroboyo sejati,” tegasnya.
Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, atau akrab di sapa Ning Rini, menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi berbagai pihak yang selama ini mendukung gerakan PKK.
“Kami tidak berjalan sendiri. Terima kasih kepada semua mitra—lurah, camat, kepala PD, dan puskesmas yang selalu mendampingi kami di lapangan,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kolaborasi PKK Surabaya dengan akademisi dan tenaga kesehatan, termasuk 183 dokter spesialis anak yang mendampingi tumbuh kembang anak-anak Surabaya.
Dari Kolaborasi ke Perubahan Pola Asuh
Tak hanya itu, PKK juga menggandeng FKM UNAIR, Poltekkes Kemenkes, ITS, dan HIMSI untuk menjalankan berbagai program edukatif seperti PMBA, rumah sehat, dan pendampingan pengasuhan.
“Hasilnya adalah perubahan nyata dalam pola asuh orang tua. Ini bukan sekadar lomba, tapi sudah menjadi kebiasaan yang lebih baik,” jelas Ning Rini.
Pada kesempatan ini, penghargaan di berikan kepada 31 kader PKK yang telah mengabdi selama 25 tahun tanpa jeda. Selain itu, Kecamatan Bulak menerima Juara Umum lomba ‘Bersama Wujudkan Surabaya Emas Jilid IV’.
“Saya titipkan Kota Surabaya kepada jenengan semua. Bergeraklah dengan hati. Bergeraklah dengan ikhlas,” pungkas Rini. (r6)





