Surabaya,(DOC) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020–2024, Sandiaga Salahudin Uno, menyuntikkan semangat dan merumuskan fondasi kesuksesan bagi ratusan pengusaha muda di Jawa Timur.
Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Jawa Timur di Surabaya, Kamis malam (23/10/2025), Bang Sandi—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa etos kerja “3 AS” yaitu kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, merupakan kunci untuk memenangkan tantangan di tengah iklim bisnis yang semakin kompetitif.
“Kalian bukan menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan kerja,” ujar Sandiaga yang disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Bangkit dari Krisis, Jadi Inspirasi
Dalam suasana yang hangat, Sandiaga berbagi kisah pribadinya saat memulai bisnis dari nol di tengah badai krisis moneter 1996–1997.
Ia menceritakan momen pahit ketika kehilangan pekerjaan akibat PHK di usia muda. Namun, keterpurukan itu justru menjadi titik balik dan sumber semangat untuk bangkit.
Bersama rekannya Rosan Perkasa Roeslani, ia mendirikan perusahaan pertamanya, Rekapita.
“Saya memulai usaha ini karena kecelakaan, bukan perencanaan besar. Tapi dari situ saya belajar arti sesungguhnya dari kerja keras,” kenangnya.
Kini, perusahaan yang awalnya hanya memiliki tiga karyawan itu telah berkembang menjadi grup usaha besar dengan lebih dari 30.000 karyawan di seluruh Indonesia.
“Yakinlah, You can do it! Kalian pun bisa mencapai hal serupa,” seru Sandiaga penuh motivasi.
Kerja Cerdas dan Adaptif di Era Digital
Selain kerja keras, Sandiaga menekankan pentingnya kerja cerdas, yakni kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi secara optimal.
“Dulu saya pakai modem yang bunyinya ‘krik-krik’. Sekarang semua serba cepat dengan Wi-Fi. Gunakan teknologi, perkuat riset, dan terus berinovasi agar kerja kalian lebih produktif,” pesannya.
Menurutnya, pengusaha muda masa kini memiliki keunggulan karena tumbuh di era digital yang membuka banyak peluang baru untuk pengembangan usaha berbasis kreativitas dan inovasi.
Kerja Ikhlas: Mental Sejati Pengusaha
Sandiaga juga menyoroti aspek kerja ikhlas sebagai fondasi penting dalam berbisnis. Ia menegaskan bahwa pengusaha sejati harus bekerja maksimal, tuntas, dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
“Kerja tuntas dan ikhlas itu bagian dari mental pengusaha sukses. Do your best and let Allah Subhanahu Wa Ta’ala do the rest,” ujarnya.
Sikap ikhlas, lanjutnya, menjadi tameng mental agar pengusaha tetap tegar menghadapi kegagalan dan rendah hati saat meraih kesuksesan.
Dorong UMKM Jatim Naik Kelas
Di akhir paparannya, Sandiaga menyoroti potensi besar Jawa Timur sebagai hub ekspor nasional. Ia menyebut kontribusi UMKM terhadap ekspor Jatim masih di bawah 15 persen, padahal peluang pasar global sangat terbuka.
“Pasar global sudah terbuka lebar. Inilah saatnya pengusaha Jawa Timur memperkuat kreativitas, konektivitas, dan kolaborasi untuk menjadi penggerak ekonomi masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, kedekatan geografis Jawa Timur dengan pasar besar seperti Tiongkok, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika menjadi modal kuat bagi pengusaha muda untuk menembus ekspor.
Sandiaga juga menegaskan bahwa modal utama kesuksesan bukan semata uang, melainkan mental, mindset yang benar, dan jaringan pertemanan bisnis.
“HIPMI adalah wadah ideal untuk membangun relasi bisnis yang langgeng dan produktif,” tandasnya.
Menutup pidatonya, Sandiaga mengajak peserta menjadikan Rakerda dan Forbisda ini sebagai momentum memperkuat silaturahmi dan semangat 3 AS.
“Tidak ada kesuksesan yang instan. Semuanya butuh kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Di balik setiap tantangan selalu ada peluang bagi mereka yang mau terus berusaha,” pungkasnya.(ode/r7)





