Pasar Modal Indonesia Tutup 2025 dengan Kinerja Gemilang

Pasar Modal Indonesia Tutup 2025 dengan Kinerja Gemilang

Jakarta,(DOC) -Pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Di tengah stabilitas ekonomi nasional yang terjaga serta sentimen global yang relatif kondusif, kinerja pasar keuangan domestik menunjukkan penguatan signifikan di hampir seluruh indikator utama.

Bacaan Lainnya

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengungkapkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup di level 8.646,94 pada 31 Desember 2025.

Sepanjang 2025, IHSG menguat 22,13 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan mencatatkan 24 kali rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).

“Capaian ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional serta ketahanan pasar modal Indonesia di tengah dinamika global,” ujar Inarno, Minggu (11/1).

Penguatan pasar tidak hanya tercermin dari pergerakan indeks, tetapi juga dari lonjakan likuiditas perdagangan saham. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Desember 2025 mencapai Rp27,19 triliun, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia.

Secara tahunan, RNTH sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp18,07 triliun, meningkat signifikan di bandingkan tahun sebelumnya yang berada di level Rp12,85 triliun.

Menurut Inarno, peningkatan likuiditas tersebut di dorong oleh semakin dominannya peran investor ritel domestik. Proporsi transaksi investor ritel naik dari 38 persen pada 2024 menjadi 50 persen pada 2025, menandakan menguatnya basis investor dalam negeri sebagai penopang pasar.

Jumlah Investor Melonjak

Dari sisi partisipasi, jumlah investor pasar modal juga mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang Desember 2025 tercatat penambahan sekitar 694 ribu investor baru. Secara kumulatif, jumlah investor pasar modal mencapai 20,36 juta, bertambah 5,49 juta investor atau tumbuh 36,95 persen secara tahunan.

Sementara itu, investor asing mulai menunjukkan sinyal pemulihan kepercayaan. Meski secara kumulatif sepanjang 2025 masih tercatat net sell sebesar Rp17,34 triliun, pada Desember 2025 investor asing justru membukukan net buy saham senilai Rp12,24 triliun.

Baca Juga:  Kantor OJK Geger, Petugas Keamanan Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

“Hal ini menunjukkan mulai meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal domestik,” kata Inarno.

Kinerja positif juga tercermin di pasar obligasi. Indeks Komposit Obligasi Indonesia (ICBI) menguat 12,27 persen yoy, seiring dengan penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang cukup signifikan sepanjang tahun.

Di sektor pengelolaan investasi, total Asset Under Management (AUM) industri mencapai Rp1.033,81 triliun. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tumbuh 35,26 persen yoy, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi.

Tak kalah penting, penghimpunan dana korporasi melalui pasar modal sepanjang 2025 mencapai Rp274,80 triliun, melampaui target tahunan yang di tetapkan OJK.

Secara keseluruhan, kinerja pasar modal sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki fondasi keuangan yang solid, di topang oleh partisipasi investor domestik yang semakin matang serta kepercayaan global yang perlahan menguat. (r6)

Pos terkait