Surabaya,(DOC) – Di tengah percepatan perubahan global yang meliputi bidang teknologi, energi, hingga kesehatan, kebutuhan akan peneliti muda yang tangguh dan visioner menjadi semakin krusial. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memandang tantangan ini sebagai peluang strategis untuk menyiapkan generasi ilmuwan masa depan yang adaptif dan berdaya saing global.
Salah satu langkah konkret yang di ambil ITS adalah menghadirkan Beasiswa Angka Nitisastro, sebuah program khusus pascasarjana yang di rancang untuk memperkuat ekosistem riset kampus. Melalui program ini, ITS menyediakan 84 kuota beasiswa penuh bagi mahasiswa jenjang magister (S2) dan doktor (S3) yang memiliki potensi akademik serta kapasitas riset unggul.
Beasiswa ini tidak hanya membebaskan biaya pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset top tier bersama dosen pembimbing. Dengan demikian, kampus tidak sekadar menjadi ruang belajar, melainkan laboratorium gagasan dan pusat lahirnya inovasi.
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Chastine Fatichah, menegaskan bahwa pendidikan pascasarjana memiliki peran strategis dalam menjaga relevansi dan keberlanjutan pengetahuan.
“Pengetahuan harus terus hidup dan di perbarui. Pendidikan pascasarjana merupakan bagian dari upaya ITS membangun budaya lifelong learning sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (18/1/2026).
ITS sendiri menawarkan beragam jalur pendidikan pascasarjana, mulai dari program magister, doktor, hingga profesi. Mahasiswa dapat memilih jalur reguler maupun riset, dengan metode pembelajaran tatap muka maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang lebih fleksibel.
Kendala Biaya
Persoalan biaya yang kerap menjadi kendala bagi calon mahasiswa pascasarjana juga menjadi perhatian serius ITS. Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menyampaikan bahwa kampus terus memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai skema beasiswa.
“ITS menyediakan beragam beasiswa, mulai dari Fast Track, Fresh Graduate, PMDSU, Beasiswa Unggulan, hingga beasiswa riset dosen. Pada Januari ini, pendaftaran gelombang II juga di buka untuk Beasiswa Angka Nitisastro, Fresh Graduate, serta LPDP Batch 1,” jelasnya.
Berbeda dari skema beasiswa pada umumnya, Beasiswa Angka Nitisastro di rancang secara khusus untuk menjaring mahasiswa dengan potensi riset tinggi. Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS, Ardyono Priyadi, menjelaskan bahwa penerima beasiswa tidak hanya di bebaskan dari biaya UKT, tetapi juga mendapatkan uang saku serta pengalaman akademik yang lebih intensif.
“Mahasiswa akan terlibat langsung sebagai asisten peneliti dalam riset dosen pembimbing. Ini memberikan pengalaman nyata sebagai peneliti, bukan sekadar mengikuti perkuliahan,” ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas riset dan lulusan, calon penerima beasiswa di wajibkan memastikan kesesuaian topik riset dengan minat keilmuan serta kesediaan promotor sejak awal proses pendaftaran. Beasiswa Angka Nitisastro di buka secara daring melalui laman resmi admisi ITS pada 5–28 Januari 2026, dengan perkuliahan di jadwalkan mulai 23 Februari 2026. (r6)





