Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Founders Bootcamp 2026 bertajuk “Is Entrepreneurship the Right Path for You?”. Program ini mengajak calon founder menilai kesiapan diri sebelum memulai usaha.
Pemkot Surabaya menggandeng Ozora Yatrapaktaja, Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jawa Timur, dan Junior Chamber International (JCI). Kegiatan ini berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dijadwalkan hadir bersama akademisi, komunitas bisnis, dan pengusaha muda dari Surabaya serta daerah lain di Jawa Timur.
Pemkot Fokus Bangun Wirausaha Tangguh
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, menegaskan komitmen Pemkot dalam mengembangkan ekonomi kreatif.
“Pemkot Surabaya memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, promosi, perluasan jejaring, serta penyediaan ruang publik dan event,” kata Herry, Rabu (21/1/2026).
Pemkot juga mendorong subsektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Upaya ini dilakukan melalui fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI) untuk melindungi produk dan meningkatkan nilai ekonomi.
Menurut Herry, ekonomi kreatif Surabaya terus bertumbuh. Ribuan pelaku aktif di subsektor kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, event, dan konten digital.
“Fokus kami kini bukan jumlah pelaku usaha, tetapi kualitas dan ketahanan model bisnis,” ujarnya.
Ia menilai Founders Bootcamp 2026 penting karena menyasar fase awal keputusan menjadi founder. Banyak usaha rintisan berhenti lebih awal karena ketidaksiapan mental dan lemahnya pemahaman risiko.
Bootcamp Dorong Refleksi Calon Founder
Founder Ozora Yatrapaktaja, Margaret Srijaya, menyampaikan bahwa Founders Bootcamp 2026 mengusung pendekatan reflektif, bukan sekadar motivasi.
“Program ini membantu peserta memahami kesiapan diri, ketahanan mental, dan realitas bisnis,” kata Margaret.
Salah satu agenda utama ialah CAVLENT Test, asesmen kewirausahaan untuk mengukur pola pikir dan pengambilan keputusan. Peserta kemudian membahas hasilnya dalam diskusi panel.
Panel menghadirkan pengurus Banom Womenpreneur BPD HIPMI Jatim, yakni Margaret Srijaya, Aristia Chen (CMO Mazuta Group Indonesia), Risa Santoso (Rektor ITB ASIA), dan Jay Adinata (Co-founder & CMO Cavlent).
“Kewirausahaan bukan tentang siapa yang paling cepat memulai. Kesiapan menjadi kunci utama,” tegas Margaret.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas komunitas memperkuat pengembangan wirausaha muda, khususnya perempuan. Dukungan Pemkot Surabaya juga menegaskan posisi kota ini sebagai ruang ramah startup.
“Founders Bootcamp 2026 kami harapkan melahirkan founder yang tangguh dan berdampak bagi Surabaya,” pungkasnya. (r7)