Surabaya,(DOC) – Belasan warga di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan bermodus investasi sembako murah dengan sistem pre-order (PO). Tak main-main, total kerugian para korban ditaksir menembus angka Rp1,5 miliar. Kasus yang awalnya dilaporkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak ini kini resmi dilimpahkan ke Mapolda Jawa Timur.
Terduga pelaku, Erika Agustina, melancarkan aksinya dengan menawarkan paket sembako jauh di bawah harga pasaran. Berdasarkan pengakuan para korban, berikut perbandingan harga yang ditawarkan:
Minyak Goreng (6 pak): Dijual Rp200.000 (Harga normal Rp239.000).
Beras 5 KG: Dijual Rp65.000 (Harga normal Rp78.000).
Beras 3 KG: Dijual Rp39.000 (Harga normal Rp48.000).
Dwi Yaumil Faida, salah satu korban sekaligus pemilik agen sembako di Jalan Demak Jaya, menyebut pelaku sempat mengambil barang dalam jumlah besar untuk meyakinkan korban lain. Namun, sejak Februari lalu, pembayaran mulai macet dengan tunggakan mencapai Rp17,5 juta.
Dampak dari iming-iming ini sangat masif. Beberapa korban mengaku telah menyetorkan uang dalam jumlah fantastis untuk pre-order yang tak kunjung datang. Rincian kerugian individu bervariasi, mulai dari Rp50 juta, Rp170 juta, hingga yang terbesar mencapai Rp500 juta. Salah satu korban, Muifathul Munawaroh, mengaku merugi hingga Rp109,9 juta.
Kemarahan warga memuncak hingga terjadi aksi penggerebekan di rumah kontrakan pelaku di kawasan Jalan Kenjeran, Surabaya. Dalam video amatir yang viral di media sosial, warga menuntut pertanggungjawaban atas uang mereka yang sudah masuk ke kantong pelaku.
Ironisnya, saat disatroni warga, di rumah tersebut ditemukan banyak barang-barang mewah. Para korban menduga kuat uang miliaran rupiah milik mereka digunakan pelaku untuk mendanai gaya hidup mewah (lifestyle).
Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, Erika beserta suaminya kini telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Saat ini, penyidik Polda Jatim tengah mendalami aliran dana dan modus operandi lengkap yang digunakan pasangan tersebut untuk menjerat belasan korbannya. (r6)





