SSFF 2026 Surabaya Dorong Tren Wastra Sportswear dan UMKM Kreatif

SSFF 2026 Surabaya Dorong Tren Wastra Sportswear dan UMKM KreatifSurabaya,(DOC) – Hari pertama Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 berlangsung meriah. Ajang yang digelar pada 15-17 Mei 2026 di Ciputra World Surabaya itu memadukan olahraga, fesyen, dan kekayaan wastra Nusantara dalam satu panggung.

Sejumlah desainer tampil pada pembukaan SSFF 2026. Mereka di antaranya IMUZ by Imam Mustafa, N.A.R.I by Nano dengan tema Chic Sporty, serta Difabela x Aora yang membawa karya kreatif penyandang disabilitas.

Bacaan Lainnya

Creative Director SSFF, Arif Santoso mengatakan, panitia menghadirkan sekitar 27 fashion show selama tiga hari penyelenggaraan. Setiap hari, sembilan fashion show meramaikan panggung sport fashion tersebut.

Menurut Arif, SSFF 2026 mendorong pelaku fesyen dan UMKM mengembangkan konsep sportswear berbasis kain wastra tradisional. Konsep itu membuka peluang pasar baru di tengah meningkatnya gaya hidup sehat dan aktif.

“Harapannya pelaku fashion dan UMKM memiliki segmentasi baru. Wastra yang sebelumnya identik dengan busana formal kini bisa berkembang menjadi wastra sportswear untuk masyarakat yang gemar olahraga,” ujar Arif, Jumat (15/5/2026).

Arif menambahkan, olahraga kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Tren padel dan running juga meningkatkan kebutuhan busana olahraga yang nyaman dan modis.

Desainer Angkat Batik untuk Busana Sporty

Salah satu desainer yang tampil, Nano dari N.A.R.I, memperkenalkan enam koleksi busana sporty dengan sentuhan wastra lokal. Ia menghadirkan outer dan jaket berbahan batik dengan desain modern dan fleksibel untuk olahraga maupun aktivitas kasual.

“Selain melestarikan batik dan bahan wastra lainnya, kami juga ingin mengenalkan wastra kepada masyarakat yang suka olahraga,” kata Nano.

Nano menjelaskan, ia menggunakan kain batik dari pengrajin di Tegal. Ia menyiapkan koleksi tersebut selama sekitar dua bulan, mulai dari proses desain hingga produksi.

SSFF 2026 juga menjadi ruang kreatif bagi penyandang disabilitas melalui kolaborasi Difabela x Aora bersama Kementerian Sosial.

Baca Juga:  Managemen Playtopia dan CWS Minta Maaf ke Putra Sulung Mensos Risma

Pendamping Difabela x Aora, Shinta mengatakan, keikutsertaan mereka bertujuan mendorong karya penyandang disabilitas agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam ajang itu, Difabela menampilkan berbagai produk seperti tumbler dan jaket bomber hasil karya penyandang disabilitas. Mereka berharap produk tersebut bisa masuk ke berbagai platform pemasaran agar memiliki daya saing lebih kuat.

“Selama ini masyarakat membeli produk disabilitas sering kali karena rasa kasihan. Sekarang kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas itu berdaya, mampu, dan memiliki kualitas yang bisa bersaing,” ujar Shinta.

Melalui SSFF 2026, Surabaya menghadirkan ruang kolaborasi kreatif yang mempertemukan olahraga, budaya, UMKM, dan pemberdayaan disabilitas dalam satu perhelatan fesyen modern yang inklusif.(ode/r7)

Pos terkait