Surabaya,(DOC) – Menjelang berakhirnya proses pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya, petugas memperketat pemeriksaan barang bawaan jemaah. Dalam pemeriksaan terbaru, petugas menemukan sejumlah barang yang melanggar aturan penerbangan dan ketentuan perjalanan ibadah haji.
Salah satu temuan yang cukup mencuri perhatian ialah magic com mini yang di simpan di dalam koper jemaah menuju Tanah Suci. Selain itu, petugas juga mendapati rokok dalam jumlah melebihi batas ketentuan.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Asadul Anam, mengatakan petugas menemukan satu unit magic com kecil dan empat slop rokok saat proses pemeriksaan akhir.
Padahal, aturan perjalanan haji hanya memperbolehkan setiap jemaah membawa maksimal dua slop rokok.
“Ditemukan barang bawaan satu magic jar kecil. Ada juga empat slop rokok. Barang ini sudah dilarang, maka sudah menjadi komitmen kami tidak akan mengembalikannya,” ujar Anam, Kamis (21/5/2026).
Pelanggaran Barang Bawaan Menurun
Anam menegaskan petugas langsung menyita seluruh barang yang melanggar aturan dan tidak mengembalikannya kepada pemilik. PPIH Embarkasi Surabaya menerapkan kebijakan tegas tersebut selama dua tahun terakhir untuk menekan pelanggaran barang bawaan jemaah.
Menurutnya, kebijakan itu cukup efektif karena jumlah pelanggaran pada musim haji tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah sekarang jauh lebih tertib. Kesadaran jemaah juga semakin meningkat,” katanya.
Selain magic com dan rokok berlebih, petugas juga menemukan alat pijat di dalam koper jemaah. Namun, petugas hanya mengamankan sementara alat tersebut sebelum mengirimkannya kembali ke daerah asal jemaah.
Sementara itu, petugas masih memperbolehkan jemaah membawa powerbank dengan ketentuan tertentu atau menitipkannya sementara sesuai prosedur keamanan penerbangan.
Kabar Jemaah Bermasalah di Arab Saudi
Di sisi lain, Embarkasi Surabaya menerima informasi mengenai jemaah asal Jawa Timur yang sempat berhadapan dengan petugas di Arab Saudi karena membawa rokok dalam jumlah besar.
Meski demikian, Asadul Anam menyebut pihaknya masih mengonfirmasi kabar tersebut dan belum menerima pemberitahuan resmi dari otoritas Arab Saudi.
“Sampai saat ini kami masih mengonfirmasi kebenarannya. Kami mengharapkan ada surat pemberitahuan resmi dari sana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara administrasi yang jelas,” tuturnya.
Ia juga mengimbau seluruh jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan demi menjaga kelancaran perjalanan ibadah haji.
Pemberangkatan Jemaah Capai 83 Persen
Hingga kloter 101, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 83 persen jemaah haji asal Kota Surabaya ke Tanah Suci. Pada pemberangkatan terakhir, petugas memberangkatkan 92 jemaah.
Namun, sebanyak 39 jemaah asal Surabaya harus menunda keberangkatan dan masuk kuota pemberangkatan haji tahun 2027.(ode/r7)





