
Surabaya (DOC) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima 8.292 calon mahasiswa baru (camaba) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dari total 67.952 pendaftar.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Martadi, mengungkapkan bahwa tingkat kelulusan rata-rata Unesa tahun ini berada di kisaran 12,2 persen. Angka ini menjadi bukti nyata betapa ketatnya persaingan untuk menembus salah satu kampus negeri favorit di Jawa Timur tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tahun ini, para Camaba menunjukan lonjakan minat yang luar biasa pada rumpun kesehatan untuk jenjang Sarjana (S-1). Uniknya, posisi pertama prodi paling kompetitif justru diduduki oleh S-1 Keperawatan dengan tingkat keketatan mencapai 1,49 persen.
“Artinya, dari setiap 100 pendaftar, hanya 1 hingga 2 orang saja yang berhasil diterima. Posisi berikutnya adalah S-1 Fisioterapi dan Kedokteran Gigi yang memiliki banyak peminat,” terangnya.
Selain Keperawatan, Fisioterapi, dan Kedokteran Gigi, prodi S-1 Kedokteran, S-1 Kebidanan, serta S-1 Gizi juga sukses mendominasi daftar 10 besar prodi terketat. Sementara di luar sektor kesehatan, prodi S-1 Teknik Pertambangan, S-1 Pariwisata, dan S-1 Manajemen tetap menjadi magnet utama bagi para pendaftar.
Pada sektor Sarjana Terapan (D-4) juga mencatatkan persaingan yang tidak kalah ketat. D-4 Administrasi Negara menjadi prodi paling diburu dengan tingkat keketatan 1,8 persen. Disamping itu, geliat industri infrastruktur dan digital turut mendongkrak popularitas beberapa prodi berikut dalam jajaran 10 besar terketat, yaitu D-4 Teknik Sipil, D-4 Teknik Mesin, dan D-4 Arsitektur Bangunan Gedung, D-4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital, D-4 Manajemen Informatika, dan D-4 Produksi Media.
Dari keseluruhan peserta yang lolos, Kepala Subdirektorat Admisi Unesa, Sukarmin, merinci bahwa 5.185 camaba diterima melalui jalur reguler, sedangkan 3.107 lainnya merupakan penerima program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Data tersebut menunjukkan sekitar 37 persen mahasiswa yang lolos SNBT Unesa tahun ini berasal dari kelompok penerima bantuan pendidikan,” jelas Guru Besar Teknologi Pembelajaran Seni Budaya tersebut.
Selain itu, Unesa kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus inklusif dengan menerima dua camaba penyandang disabilitas tunanetra pada jalur ini. Keduanya berhasil menembus prodi S-1 Ilmu Politik dan S-1 Pendidikan Luar Biasa.
Bagi para peserta yang dinyatakan lolos, tahapan krusial berikutnya adalah proses registrasi ulang secara daring yang dijadwalkan pada, 27 Mei 2026 (mulai pukul 10.00 WIB) hingga 09 Juni 2026 (pukul 15.00 WIB). Sementara untuk penetapan UKT akan dilakukan pada 11 Juni 2026.
Sukarmin mengingatkan agar peserta disiplin terhadap jadwal tersebut. “Peserta yang tidak melakukan daftar ulang sesuai jadwal akan langsung dianggap mengundurkan diri,” tegasnya.
Bagi puluhan ribu pendaftar yang belum beruntung pada jalur nasional ini, manajemen Unesa meminta mereka untuk tidak patah arang. Unesa masih menyediakan “tali penyelamat” dengan membuka Jalur Mandiri yang menyediakan kuota tak main-main, yaitu sebanyak 6.566 kursi.
“Selamat kepada peserta yang lolos SNBT Unesa. Bagi yang belum lolos, tetap semangat dan terus berjuang merebut kursi di kampus para juara,” pungkas Sukarmin.





