Jelang Pulang ke Tanah Air, Koper Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Mulai Ditimbang

Jelang Pulang ke Tanah Air, Koper Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Mulai Ditimbang

Surabaya, (DOC) – Proses kepulangan jemaah haji Indonesia melalui Embarkasi Surabaya mulai dipersiapkan. Salah satu tahap yang kini dilakukan adalah pengangkutan dan penimbangan koper bagasi milik jemaah yang dijadwalkan segera kembali ke Tanah Air.

Bacaan Lainnya

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan proses pengangkutan koper dimulai pada Sabtu (30/5). Pada tahap awal, kegiatan tersebut mencakup koper milik jemaah dari kloter 1 hingga kloter 5.

Dalam proses penimbangan, setiap koper besar wajib memenuhi ketentuan berat maksimal 32 kilogram. Apabila berat koper melebihi batas yang ditentukan, koper akan dikembalikan kepada pemiliknya untuk dilakukan penataan ulang atau repacking.

“Koper yang melebihi batas maksimal harus dikurangi isinya agar sesuai dengan ketentuan penerbangan,” kata Anam, Minggu (31/5).

Selain batas berat bagasi, jemaah juga kembali diingatkan mengenai sejumlah barang yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam koper besar. Salah satunya adalah air zam-zam yang menjadi barang paling sering ditemukan saat pemeriksaan bagasi.

Petugas juga melarang penyimpanan power bank di dalam koper bagasi. Barang tersebut harus dibawa sesuai aturan keselamatan penerbangan yang berlaku.

Selama proses penimbangan berlangsung, jemaah diwajibkan mengumpulkan Tas Armuzna. Mereka juga diminta melepas label bagasi lama yang masih menempel pada koper untuk menghindari kesalahan identifikasi saat proses pengiriman.

PPIH turut mengingatkan agar koper tidak diberi tambahan tali, jaring, maupun berbagai penanda berlebihan seperti sandal atau barang lain yang digantung di bagian luar koper. Ketentuan tersebut diterapkan untuk memudahkan penanganan bagasi selama proses penerbangan.

Sementara itu, kursi roda yang akan dimasukkan ke bagasi pesawat harus sudah dibungkus atau dilakukan wrapping sesuai standar keamanan penerbangan.

Penimbangan koper melibatkan ketua rombongan dan ketua regu yang membantu mengatur alur pengumpulan bagasi jemaah agar berjalan tertib dan lancar. Di saat yang sama, pihak maskapai terus melakukan sosialisasi mengenai barang-barang yang dilarang masuk ke dalam bagasi.

Baca Juga:  Ratusan Jama’ah Haji Tiba di Pendopo Lumajang

Setelah selesai ditimbang, koper jemaah langsung dimasukkan ke dalam truk boks untuk dibawa menuju gudang maskapai penerbangan. Di lokasi tersebut, seluruh bagasi kembali menjalani pemeriksaan menggunakan mesin X-ray sebelum dimasukkan ke ruang bagasi pesawat.

Apabila ditemukan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan penerbangan, petugas akan mengeluarkannya saat proses pemeriksaan di gudang maskapai.

Setibanya di Indonesia, koper milik jemaah akan didistribusikan kembali kepada pemiliknya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya sebagai bagian dari rangkaian proses kepulangan jemaah haji Embarkasi Surabaya tahun 2026.

Pos terkait