Probolinggo,(DOC) – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIT JBM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program PLN Mengajar. Kali ini, kegiatan edukatif tersebut di laksanakan di SMA Negeri 1 Probolinggo, dengan misi menanamkan literasi kelistrikan sekaligus memotivasi generasi muda untuk berani meraih mimpi.
Melalui UPT Probolinggo, PLN memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses penyaluran energi listrik, mulai dari pembangkitan hingga sampai ke rumah pelanggan. Selain itu, para siswa juga di bekali edukasi tentang pemanfaatan listrik yang aman dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa program PLN Mengajar merupakan wujud kontribusi nyata PLN dalam membangun generasi muda yang berpengetahuan, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan ketenagalistrikan.
“PLN tidak hanya berperan menyediakan listrik yang andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berbagi pengetahuan. Melalui PLN Mengajar, kami ingin menumbuhkan pemahaman sejak dini bahwa listrik adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa dan harus di manfaatkan secara aman dan bertanggung jawab,” ujar Ika, Kamis (29/1).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Motivasi Meraih Mimpi yang di sampaikan oleh Manager UPT Probolinggo, Budi Santoso. Dalam sesi tersebut, para siswa di ajak untuk terus semangat menuntut ilmu, membangun kepercayaan diri, serta berani bercita-cita tinggi.
“Kehadiran PLN di sekolah adalah untuk mendukung mimpi-mimpi generasi muda. Listrik yang andal menjadi penggerak utama pendidikan, inovasi, dan masa depan Indonesia,” tutur Budi.
Apresiasi atas pelaksanaan program PLN Mengajar di sampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Probolinggo, Drs. Mohamad Zaini, M.Pd. Ia menilai kehadiran praktisi langsung dari PLN memberikan pengalaman belajar yang sangat bernilai bagi para siswa.
“Pemaparan langsung dari praktisi PLN sangat penting untuk membuka cakrawala siswa mengenai dunia kerja nyata yang akan mereka hadapi di masa depan,” ujarnya.
Sesi Utama
Sesi utama PLN Mengajar kemudian di isi oleh Tim UPT Probolinggo dengan pemaparan interaktif mengenai proses penyaluran listrik. Materi dikaitkan dengan teori yang di pelajari di sekolah, seperti Hukum Ohm dan Hukum Kirchhoff, yang menjadi dasar penting dalam operasional kelistrikan PLN.
Para siswa juga di kenalkan bahwa dunia ketenagalistrikan membutuhkan beragam disiplin ilmu, tidak terbatas pada aspek teknis semata.
“PLN bukan hanya soal teknisi jaringan. Kami juga membutuhkan keahlian di bidang Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Akuntansi, hingga Teknik Lingkungan. Semua pelajaran di sekolah memiliki implementasi nyata di dunia kerja,” jelas Adib Dwi Arianto, salah satu pemateri dari UPT Probolinggo.
Menutup rangkaian kegiatan, PLN menyampaikan Edukasi Keamanan Ketenagalistrikan. Dalam sesi ini di tekankan bahwa listrik memiliki manfaat besar bagi kehidupan dan ketahanan nasional, namun juga menyimpan potensi bahaya jika tidak di gunakan secara bijak.
Beberapa aktivitas berisiko yang perlu di hindari antara lain bermain layang-layang di dekat jaringan listrik, menebang pohon di sekitar kabel PLN, mendirikan bangunan tanpa memperhatikan jarak aman dari jaringan SUTT dan SUTET, serta penggunaan stop kontak berlebihan yang dapat memicu panas berlebih hingga kebakaran.
Melalui program PLN Mengajar, PLN UIT JBM berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Probolinggo tidak hanya memahami teori kelistrikan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sadar keselamatan, berwawasan luas, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya. (r6)





