Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aktivis Kampanyekan Penyelamatan Ikan Asli Sungai Brantas

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aktivis Kampanyekan Penyelamatan Ikan Asli Sungai BrantasSurabaya,(DOC)Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Surabaya diwarnai aksi kampanye penyelamatan Sungai Brantas bertajuk “Brantas Pulih, Rengkik Kembali”. Sejumlah pegiat lingkungan mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai. Mereka juga mendorong warga lebih peduli terhadap kelestarian ikan asli Sungai Brantas yang terancam pencemaran.

Aksi berlangsung di Jembatan Kayoon, dekat Monumen Kapal Selam (Monkasel), Surabaya, Jumat (5/6/2026). Para peserta membawa poster ajakan menjaga sungai. Mereka juga menampilkan teatrikal tentang ancaman pencemaran terhadap kehidupan ikan air tawar.

Bacaan Lainnya

Sebagian peserta mengenakan kostum manusia berkepala ikan. Mereka membawa poster bertuliskan “Selamatkan Iwak-Iwak Kali Brantas”. Aksi simbolik itu menarik perhatian pengendara dan pejalan kaki yang melintas di pusat Kota Surabaya.

Direktur Posko Ijo, Rulli Mustika Adya, menilai Sungai Brantas masih memiliki peluang besar untuk pulih. Namun, masyarakat dan pemerintah harus konsisten menjaga kualitas lingkungan sungai.

Menurut Rulli, penelitian terbaru menemukan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Sungai Brantas. Temuan tersebut menunjukkan ekosistem sungai masih mampu menopang kehidupan berbagai jenis ikan air tawar.

“Kali Brantas masih memiliki potensi untuk pulih dan kembali menjadi habitat ikan. Temuan puluhan spesies ikan menjadi modal penting bagi masyarakat Jawa Timur untuk memperbaiki kualitas air sungai,” kata Rulli.

Puluhan Spesies Ikan Masih Bertahan

Rulli menjelaskan pengenalan ikan asli Sungai Brantas perlu dilakukan secara masif. Langkah itu penting agar masyarakat kembali memiliki kedekatan emosional dengan sungai.

Ia menegaskan pemulihan sungai tidak cukup mengandalkan pembangunan infrastruktur. Perubahan perilaku masyarakat juga memegang peran penting.

Penelitian Maret 2026 mencatat 34 spesies ikan air tawar hidup di Kali Surabaya. Tiga di antaranya merupakan spesies endemik Jawa, yakni ikan rengkik atau baung (Hemibagrus nemurus), lele Jawa berpati (Clarias batrachus), dan wader bintik-bintik (Barbodes binotatus).

Baca Juga:  Ketika kelelawar, Katak dan Capung Telah Tercemar Mikroplastik

Sementara itu, penelitian kolaborasi peneliti Indonesia, Malaysia, dan Brasil pada 2021–2022 menemukan sedikitnya 42 spesies ikan air tawar di Sungai Brantas. Kelompok ikan famili Cyprinidae, seperti bader, wader, dan tawes, mendominasi populasi tersebut.

Pencemaran Ancam Kelestarian Ikan

Aktivis lingkungan mengidentifikasi sejumlah ancaman terhadap populasi ikan Sungai Brantas. Ancaman tersebut meliputi pencemaran mikroplastik, limbah industri daur ulang, sampah plastik rumah tangga, serta alih fungsi bantaran sungai menjadi kawasan permukiman dan industri.

Sebagai bagian dari kampanye penyelamatan sungai, Ecoton bersama sejumlah komunitas lingkungan menggelar kegiatan susur sungai bertajuk “Ngintir Kali Surabaya” pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026.

Kegiatan itu melibatkan tujuh relawan dari AKAMSI, Ecoton, Posko Ijo, River Warrior, dan TitikTerang. Mereka memantau kualitas air, mendokumentasikan kondisi sungai, serta mengidentifikasi keberadaan ikan air tawar di sepanjang aliran Kali Surabaya.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, para pegiat lingkungan mengajak masyarakat berhenti membuang sampah ke sungai. Mereka optimistis Sungai Brantas dapat pulih jika semua pihak menekan pencemaran dan melindungi habitat ikan secara berkelanjutan.(r7)

Pos terkait