
Surabaya, (DOC) – Ada pemandangan berbeda di Stasiun Surabaya Gubeng selama musim libur sekolah tahun ini. Tak sekadar menjadi titik keberangkatan, stasiun terbesar di Surabaya ini mendadak menjelma menjadi “tribun” nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Fenomena unik ini bahkan membuat banyak penumpang sengaja datang berjam-jam lebih awal sebelum jadwal keberangkatan kereta mereka.
Daya tarik utama berada di Loko Cafe. Area kafe ini disulap dengan dekorasi tematik pesta bola dunia, lengkap dengan para petugas yang melayani mengenakan jersey resmi berbagai tim nasional negara peserta.
Antusiasme tinggi dari para pencinta bola ini berdampak baik bagi perputaran ekonomi.
Regional Head 8 Surabaya KAI Services, Robert Soehardi, mengungkapkan bahwa konsep menggabungkan layanan kuliner dengan pengalaman menonton pertandingan ini sukses besar.
“Selama pelaksanaan Piala Dunia, transaksi di Loko Cafe Stasiun Surabaya Gubeng meningkat hingga 20 persen dibandingkan hari biasa. Ini menunjukkan respons yang sangat baik dari masyarakat,” ujar Robert, Sabtu (27/6/2026).
Kemeriahan nobar di stasiun ini berjalan beriringan dengan melonjaknya volume penumpang selama masa liburan sekolah. KAI Daop 8 Surabaya mencatat, rata-rata ada 38.135 pelanggan yang lalu lalang setiap harinya di wilayah Daop 8—terdiri dari 19.001 penumpang berangkat dan 19.134 penumpang tiba. Angka ini naik sekitar 8 persen dibandingkan hari biasa yang hanya berkisar di angka 35.272 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa KAI memang sengaja menghadirkan fasilitas pendukung seperti tayangan Piala Dunia ini untuk memberikan experience baru bagi pelanggan agar tidak bosan menunggu.
“Libur sekolah selalu menjadi momentum meningkatnya penggunaan kereta api. Kami telah memastikan seluruh aspek operasional siap, dan fasilitas seperti tayangan Piala Dunia di Loko Cafe ini hadir untuk menambah semarak liburan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan,” pungkas Mahendro.





