
Lumajang (DOC) – Festival Segoro Topeng Kaliwungu kembali memukau ribuan pengunjung di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (28/6/2026).
Pagelaran budaya yang menjadi bagian dari agenda Karisma Event Nusantara (KEN) itu menghadirkan tarian kolosal yang dibawakan sekitar 500 penari.
Mengusung tema “Lamadjang: The Land of Glory”, pertunjukan tersebut mengangkat kisah lahirnya Negeri Lamadjang melalui perpaduan seni tari, musik, dan budaya khas Lumajang.
Hamparan pasir hitam Pantai Watu Pecak menjadi panggung megah bagi ratusan penari yang tampil serempak dengan penuh semangat dan penghayatan. Ribuan masyarakat memadati bibir pantai sejak pagi untuk menyaksikan pertunjukan.
Antusiasme tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara asal Spanyol, Prancis, China, hingga Slovakia yang turut menikmati kemeriahan festival. Salah seorang wisatawan asal Slovakia, Mery, mengaku terkesan dengan pertunjukan yang disaksikannya.
“Saya senang bisa menyaksikan langsung, karena pertunjukan ini sangat luar biasa. Semua penari ciliknya saya suka,” ujarnya.
Festival tersebut melibatkan sekitar 500 penari dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Lumajang. Mereka menampilkan Tari Topeng Kaliwungu secara kolosal sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.
Salah satu peserta, Jingga, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan tersebut.
“Senang sekali bisa tampil di Segoro Topeng Kaliwungu. Persiapannya cukup matang karena saya memang sudah lama ikut menari. Bagi saya, tampil seperti ini sudah menjadi kebiasaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan Festival Segoro Topeng Kaliwungu menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Lumajang di tingkat nasional melalui Karisma Event Nusantara.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi tanggung jawab bagi Kabupaten Lumajang untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya tak benda yang dimiliki.
“Kami diberikan kesempatan oleh kementerian untuk memperkenalkan kisah-kisah Indonesia melalui budaya. Ini merupakan warisan budaya tak benda yang harus kami jaga kelestariannya dan terus kami kembangkan sebagai bentuk komitmen kami sebagai daerah penyelenggara KEN,” ujar Bunda Indah
Ia menegaskan, pelestarian Tari Topeng Kaliwungu akan terus diperkuat melalui dunia pendidikan agar generasi muda semakin mengenal budaya daerahnya.
“Kami akan terus mengembangkan Topeng Kaliwungu melalui sekolah-sekolah. Hari ini kita melihat sendiri anak-anak kelas 2 dan kelas 3 SD sudah mampu menampilkan tarian dengan sangat baik sekaligus memahami sejarahnya. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” tambahnya
Indah juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang hadir, termasuk tamu dari berbagai daerah seperti Bali maupun wisatawan mancanegara.
“Festival Segoro Topeng Kaliwungu tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.





