Jatim dan Guangxi China Jajaki Investasi AI hingga Data Center

Jatim dan Guangxi China Jajaki Investasi AI hingga Data Center
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Guangxi China buka peluang kerjasama AI. (Foto: redaksi)

Surabaya, (DOC)Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai menjajaki peluang kerja sama investasi dengan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China. Penjajakan tersebut difokuskan pada pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), ekonomi digital, pusat data (data center), hingga pembangunan infrastruktur sebagai upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.

Pembahasan berlangsung dalam pertemuan bilateral (one on one meeting). Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah peluang kolaborasi yang dinilai dapat mendorong investasi dan pengembangan industri berbasis teknologi di Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Aliansi Pendidikan Vokasi Seluruh Indonesia (Apvokasi) Jawa Timur sekaligus Dewan Pertimbangan Kadin, Jamhadi, mengatakan pertemuan berlangsung positif.

Delegasi Guangxi juga menyampaikan salam kepada Gubernur Jawa Timur serta menawarkan peluang kerja sama di bidang AI untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, pertanian, hingga pariwisata.

“Fokus pembahasan adalah kerja sama pengembangan Artificial Intelligence serta peluang kolaborasi dengan Indonesia melalui China-ASEAN AI Innovation Cooperation Center,” ujar Jamhadi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, Kota Nanning sebagai pusat Guangxi Pilot Free Trade Zone memiliki berbagai insentif bagi investor. Fasilitas tersebut meliputi insentif perpajakan untuk sektor prioritas, dukungan riset dan pengembangan, serta kemudahan akses logistik menuju pasar ASEAN.

Meski demikian, Jamhadi menegaskan berbagai fasilitas tersebut tidak diberikan secara otomatis kepada seluruh investor.

“Skema pendanaan hingga 5 juta RMB merupakan matching fund yang diberikan berdasarkan pencapaian target proyek dan melalui proses kompetisi inovasi. Begitu pula fasilitas ruang kerja hingga 500 meter persegi diperuntukkan bagi perusahaan yang lolos seleksi dan beroperasi di Nanning,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, delegasi Jawa Timur juga menawarkan sejumlah proyek investasi kepada mitra dari Guangxi. Beberapa di antaranya meliputi pengembangan data center, kecerdasan buatan, keamanan siber, serta bisnis digital berskala besar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca Juga:  Deep Learning Jadi Jalan Menghidupkan Kembali Hakikat Pendidikan

Selain sektor digital, peluang investasi juga mencakup pembangunan smart building, smart industry, proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 30 megawatt di Sumenep, hingga pengembangan kawasan smart farming seluas sekitar 4.500 hektare di Jawa Timur.

Jamhadi berharap penjajakan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat arus investasi sekaligus memperluas kerja sama ekonomi antara Jawa Timur dan Guangxi, terutama pada sektor teknologi digital, inovasi, dan industri masa depan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari Indonesia, antara lain anggota Board of Governors Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, pakar teknologi informasi Prof. Onno Widodo Purbo, Rektor Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) dan IIB Darmajaya Nurlina Noertam Purbo, Ketua ICT for Women sekaligus Onno Center, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, serta Nathalia Nuryani yang mewakili sektor perbankan.

Sementara dari pihak China hadir antara lain Han Wei Bing selaku Vice Chairman of the Board of Directors dan mantan Atase Militer Kedutaan Besar China di Indonesia.

Pos terkait