Bandara Dhoho Kediri Siap Beroperasi untuk Ibadah Haji 2027, Layani 15 Daerah Mataraman

Bandara Dhoho Kediri Siap Beroperasi untuk Ibadah Haji 2027, Layani 15 Daerah Mataraman
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menutup operasional Debarkasi Surabaya 2026. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Haji dan Umrah tengah mematangkan persiapan Bandara Dhoho Kediri agar siap beroperasi penuh sebagai embarkasi haji baru pada musim haji tahun 1448 H / 2027 M mendatang.

Bacaan Lainnya

Langkah ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dan mempermudah akses bagi sekitar 10.548 calon jamaah haji yang berasal dari 15 kabupaten/kota di wilayah Mataraman dan sekitarnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis dan koordinasi antar-instansi terus dikebut demi kelancaran operasional tahun depan.

“InsyaAllah tahun depan (2027) Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh pihak terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Khofifah saat menyambut kloter terakhir Debarkasi Surabaya di Asrama Haji Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Khofifah berharap, Bandara Dhoho diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan di Bandara Juanda sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah. Berdasarkan pemetaan, Embarkasi Dhoho nantinya akan melayani jemaah dari 15 daerah, meliputi Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten dan Kota Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang dan Bojonegoro.

“Bandara Dhoho ini sudah lama kami persiapkan untuk memperkuat layanan penyelenggaraan ibadah haji. Kami berharap proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah, khususnya dari wilayah Mataraman, akan semakin efektif, singkat, dan nyaman,” lanjut Khofifah.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, turut memberikan dukungan penuh atas rencana operasional Bandara Dhoho untuk musim haji berikutnya. Ia mengapresiasi ikhtiar Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi para tamu Allah.

Baca Juga:  Ratusan Driver Online Demo di Surabaya–Sidoarjo, Tuntut Perda hingga Hapus Tarif Murah

Pengumuman kesiapan Bandara Dhoho 2027 ini disampaikan di sela-sela penyambutan kepulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya kloter ke-116 (kloter terakhir) musim haji 1447 H/2026 M. Kedatangan kloter pamungkas ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian operasional haji wilayah Jawa Timur tahun ini.

“Selamat datang kembali di Tanah Air, para tamu Allah. Alhamdulillah, panjenengan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Tentu kita berharap semua pengorbanan ini ditukar Allah dengan haji yang mabrur,” sambut Khofifah.

Dalam momentum tersebut, Khofifah juga menyempatkan diri menyapa Raminten Murtomo Singodimedjo (87), jemaah tertua yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sehat dan mandiri, bahkan kuat melaksanakan lempar jumrah sendiri.

Secara keseluruhan, pada musim haji 2026, Debarkasi Surabaya telah melayani 116 kloter dengan total jemaah mencapai sekitar 44.000 orang. Hingga operasional ditutup, sebanyak 43.894 jemaah telah kembali ke Tanah Air. Tercatat 77 jemaah wafat di Tanah Suci, 17 jemaah masih menjalani perawatan di Arab Saudi, dan sisanya kembali melalui mekanisme mutasi serta mandiri.

Pos terkait