Tembus Rp92,7 Juta, Pasar Murah Ke-81 Pemprov Jatim di Pasuruan Diserbu Warga

Tembus Rp92,7 Juta, Pasar Murah Ke-81 Pemprov Jatim di Pasuruan Diserbu WargaPasuruan,(DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mencatat transaksi sebesar Rp92.701.500 pada pelaksanaan Pasar Murah ke-81 di halaman Kantor Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/7/2026).

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi. Warga memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Bacaan Lainnya

Komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog menjadi produk yang paling banyak diburu. Sebanyak 1.200 sak beras ukuran 5 kilogram habis terjual dengan nilai transaksi mencapai Rp66 juta.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut. Ia didampingi Kepala Disperindag Jatim beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim.

Kepala Disperindag Jatim, Iwan, mengatakan total transaksi pasar murah mencapai Rp92,7 juta. Komoditas bahan pokok menyumbang transaksi sebesar Rp85.690.000. Sementara itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) membukukan omzet sebesar Rp7.011.500.

“Pasar murah ini akan terus berjalan sesuai arahan Ibu Gubernur. Tujuannya menjaga stabilitas harga dengan menyesuaikan perkembangan inflasi setiap bulan karena kondisi inflasi selalu berubah,” ujar Iwan.

Strategi Pasar Murah Menjangkau Desa

Iwan menjelaskan, Pemprov Jatim kini mengubah strategi pelaksanaan pasar murah. Sebelumnya, kegiatan tersebut lebih sering digelar di pusat keramaian seperti alun-alun. Kini, pasar murah di perluas hingga ke tingkat desa dan kecamatan.

Menurutnya, strategi tersebut mampu mempersingkat rantai distribusi sekaligus memudahkan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah, memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Untuk menjaga ketersediaan stok, Disperindag Jatim bekerja sama dengan Perum Bulog dalam menyediakan berbagai komoditas strategis, mulai dari beras, gula pasir, hingga minyak goreng dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Disperindag Jatim juga menentukan lokasi pasar murah berdasarkan data harga pangan secara real time. Data tersebut berasal dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok yang menerima pembaruan harga harian dari 121 titik pemantauan pasar di berbagai daerah di Jawa Timur.

Baca Juga:  Pemkot Siapkan Rusunawa Lengkap Dengan Lapangan Usahanya

“Harapannya masyarakat semakin mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga daya beli tetap terjaga,” kata Iwan.

Tidak hanya beras SPHP, warga juga menghabiskan stok gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, cabai rawit merah, cabai merah besar, hingga daging ayam ras.

Petugas juga menjual 78 sak beras premium dari total stok 100 sak yang di sediakan. Selain itu, masyarakat membeli 150 kilogram telur ayam ras dari total pasokan 200 kilogram.

Tingginya nilai transaksi pada Pasar Murah ke-81 ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program stabilisasi harga yang di jalankan Pemprov Jatim. Program tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi di berbagai daerah di Jawa Timur. (r7)

Pos terkait