Sidoarjo,(DOC) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan anggaran sebesar Rp400 miliar untuk membebaskan lahan proyek Flyover Gedangan. Pemkab mengalokasikan anggaran tersebut agar pembangunan jembatan layang segera berjalan dan kemacetan di kawasan Gedangan berkurang.
Saat ini, Pemkab Sidoarjo menyelesaikan administrasi 16 bidang tanah yang belum rampung. Setelah seluruh dokumen lengkap, tim appraisal akan mulai menilai harga lahan pada Agustus 2026.
Pemkab menerapkan skema tahun jamak (multi-years) untuk pembebasan lahan. Pemerintah daerah mengalokasikan Rp200 miliar melalui APBD 2026. Selain itu, Pemkab menyiapkan Rp200 miliar lagi dalam APBD 2027.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan tim telah merampungkan pemetaan 122 bidang tanah yang masuk area proyek Flyover Gedangan. Kini, pemerintah memprioritaskan penyelesaian dokumen kepemilikan lahan yang masih belum lengkap.
“Kami bergerak cepat. Pengumpulan dokumen lahan hingga pengukuran terus berjalan secara paralel. Kami menargetkan proses appraisal sudah bisa dimulai pada Agustus nanti,” kata Subandi, Jumat (17/7/2026).
Pemkab Percepat Pengadaan Tanah
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkab Sidoarjo membentuk Tim Pengadaan Tanah. Tim ini berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), tim penilai independen, dan konsultan hukum.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Makhmud, mengatakan kendala yang tersisa bukan berasal dari sengketa hukum. Menurutnya, kelengkapan dokumen administrasi menjadi persoalan utama.
“Kendala utamanya adalah beberapa pemilik lahan saat ini berdomisili di luar daerah dan belum berhasil ditemui. Selain itu, ada satu bidang tanah yang ahli warisnya mencapai 57 orang dan dokumen kesepakatannya belum lengkap,” ujar Makhmud.
Sementara itu, Pemkab Sidoarjo bersama pemerintah desa terus mencari keberadaan para pemilik lahan. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembebasan lahan selesai sebelum akhir 2026.
Setelah seluruh lahan bebas, Pemkab akan segera memulai pembangunan fisik Flyover Gedangan. Pemerintah optimistis proyek tersebut mampu mengurai kemacetan di kawasan Gedangan.(r7)





