
Tuban, (DOC) — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong BUMDes Jenggolo di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, untuk menjadi pemasok rutin komoditas ikan bandeng bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes).
Arah pengembangan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja Penasehat Menteri Desa PDT, Prof. Dr. Zainudin Maliki, bersama Tim Strategic Policy Unit (SPU) Program TEKAD di BUMDes Jenggolo, Tuban, Kamis (6/8/2026). Kunjungan ini bertujuan menjaring aspirasi daerah guna pengkajian implementasi PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes.
Rural Development and Community Empowerment Advisor Program TEKAD Kemendes PDT, M. Arif’an, menjelaskan bahwa BUMDes Jenggolo yang berfokus pada sektor perikanan tambak bandeng perlu membangun sistem bisnis yang memiliki pembeli pasti.
“BUMDes Jenggolo yang fokus pada perikanan tambak ikan bandeng, kalau bisa dikolaborasikan dengan SPPG terdekat menjadi pemasok rutin untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Arif’an.
Untuk menjaga keberlanjutan pasokan ke pasar dan Program MBG, Arif’an menyarankan pola panen bertahap. Dari sekitar 20.000 benih bandeng yang ditebar dengan masa panen enam bulan, pengelola diminta mengatur rotasi panen secara mingguan.
Selain menjual ikan segar, BUMDes juga didorong mengembangkan produk olahan seperti bandeng presto guna meningkatkan nilai tambah produk.
Prof. Dr. Zainudin Maliki menegaskan pentingnya BUMDes bertransformasi mengikuti era digital dan industri. Selain mendorong peningkatan kualitas tata kelola usaha desa, pihaknya juga memperkenalkan Program SEHATI bagi pemerintah desa yang ingin mengajukan proposal pengembangan potensi lokal.
“BUMDes harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mengoptimalkan potensi lokal,” tegas Zainudin.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Jenggolo, Wiwik Sri Lestari, menyambut positif arahan dari kementerian pusat. Pihaknya berharap kehadiran tim kementerian dapat memperluas peluang bantuan, pendampingan, serta menyelaraskan BUMDes Jenggolo dengan Program Koperasi Desa Merah Putih demi menggerakkan ekonomi warga pesisir.





