Waspada Terjebak Paylater dan FOMO, Mahasiswa Unair Dibekali Jurus Cerdas Kelola Keuangan

Waspada Terjebak Paylater dan FOMO, Mahasiswa Unair Dibekali Jurus Cerdas Kelola Keuangan
talkshow literasi keuangan bertajuk “Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” yang digelar PT Pegadaian. (Foto: Ist)

Surabaya, (DOC) – Kemudahan akses layanan keuangan digital bak pisau bermata dua bagi generasi muda. Di satu sisi membuka peluang kemandirian, tetapi di sisi lain menyimpan potensi ancaman kejahatan hingga jeratan utang akibat gaya hidup impulsif.

Ancaman nyata tersebut mengemuka dalam talkshow literasi keuangan bertajuk “Financial Literacy on the Way: Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini” yang digelar PT Pegadaian melalui program Pegadaian Peduli di The Gade Creative Lounge (TGCL), Kampus B Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (12/8/2026).

Bacaan Lainnya

Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Timur, Indrawan Nugroho Utomo, menegaskan bahwa pelaku kejahatan finansial kerap membidik kelompok mahasiswa yang minim literasi. 

“Pelaku kejahatan keuangan tidak mengenal hari libur dan menyasar generasi muda seperti mahasiswa yang minim literasi,” tegas Indrawan di hadapan puluhan mahasiswa Unair. 

Indrawan secara khusus menyoroti maraknya penggunaan fitur paylater di platform e-commerce untuk memenuhi kebutuhan sekunder maupun dorongan Fear of Missing Out (FOMO). Keinginan menuruti tren seperti membeli aksesori, sepatu, hingga barang penunjang penampilan sering kali memicu keputusan finansial yang tidak rasional. 

“Paylater itu layanan legal jika digunakan sesuai ketentuan. Namun, penggunaan tak terkontrol akibat tekanan sosial media bisa merusak riwayat kredit dan keuangan personal,” peringatnya. 

Untuk membendung risiko tersebut, mahasiswa dibekali pemahaman mendasar mengenai pengelolaan arus kas (cash flow), pembentukan dana darurat, hingga pengenalan instrumen investasi berrisiko terukur seperti emas. 

Senior Officer PT Pegadaian Area Surabaya 1, Eko Ngardiyanto, menyampaikan bahwa investasi tidak harus menunggu dana besar. Melalui ekosistem digital, mahasiswa bisa membentuk habit modal kecil sejak dini. 

“Saatnya mandiri mengatur cash flow. Menabung emas bisa dimulai dari Rp10 ribu. Langkah kecil ini akan terasa manfaatnya untuk 5 hingga 10 tahun ke depan,” jelas Eko. 

Baca Juga:  Ngopi Sore, Cara Santai BEI dan BRI Danareksa Edukasi Investasi Anak Muda

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, menekankan pentingnya memperluas inklusi keuangan perguruan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi pijakan untuk membentuk Duta Literasi Keuangan di lingkungan kampus. 

“Generasi muda adalah penggerak ekonomi masa depan. Melalui Duta Literasi Keuangan, mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen produk finansial, tetapi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab,” pungkas Eka.

Pos terkait